Berita Regional
4 Remaja Mabuk Prank Perawat Ngaku Kena Corona Bikin Geger Rumah Sakit, Berakhir Begini
Empat remaja yang melakukan prank kepada perawat di RSUD Tenriawaru, Bone, Sulawesi Selatan.
TRIBUNJATENG.COM - Empat remaja yang melakukan prank kepada perawat di RSUD Tenriawaru, Bone, Sulawesi Selatan.
Diketahui keempat remaja ini mengaku telah terinfeksi Virus Corona dan mengalami gejala penyakit tersebut.
Dilansir dari TribunWow.com, peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/5/2020) malam.
• Viral Tokek Panjang 45 Cm di Magelang Dijual Seharga Rp 10 Miliar, Uang Tunai Pembelian Dipamerkan
• BREAKING NEWS: Pejabat Pemkot Salatiga Positif Corona, Puluhan Orang Dilakukan Rapid Tes
• Ashanty Batuk dan Ngaku Sesak Nafas, Dokter Sarankan Scan Paru, Aurel Panik
• Ternyata Perekam Video Viral Perkelahian Anak di Tuntang Semarang Bukan Orangtuanya, Tapi . .
Saat mendengar pengakuan para remaja tersebut, para perawat sempat panik.
Setelah diperiksa para perawat di RSUD Tenriawaru, ternyata keempat remaja ini berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian.
Pihak RSUD Tenriawaru kemudian melaporkan tindakan keempat remaja tersebut ke Polres Bone pada Minggu (10/5/2020).
"Ada ulah beberapa orang anak yang datang ke rumah sakit mengaku terkena Covid," jelas Humas RSUD Tenriawaru Ramli Syam, dikutip dari tayangan iNews, Selasa (12/5/2020).
"Tapi ternyata tidak. Entah tujuannya nge-prank, kita juga tidak tahu," papar Ramli Syam.
"Yang jelas, sudah menimbulkan keresahan," ungkapnya.
Pihak keluarga dari seorang pelaku meminta agar tidak perlu ada proses hukum atas perilaku keisengan tersebut.
"Kalau pun ada jalan untuk bisa tidak terproses secara hukum, artinya ada pembinaan, itu harapan kami dari pihak keluarga," kata orang tua seorang pelaku, Nur Hidayah.
Setelah kejadian itu, keempat pelaku prank meminta maaf dan membuat klarifikasi yang diunggah di akun Instagram @lambe_turah, Selasa (12/5/2020).
"Memohon maaf kepada seluruh warga Indonesia dan untuk masyarakat Bone, khususnya perawat RSUD Tenriawaru atas kejadian yang kurang menyenangkan," ucap ES dalam video yang diunggah tersebut.
Ia kemudian menjelaskan kronologi kejadian.
"Pada saat kejadian hari Jumat (8/5/2020), teman kami atas nama ARS terkena sesak napas," kata ES.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/4-remaja-yang-melakukan-prank-kepada-perawat.jpg)