Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Kabupaten Tegal Masih Kesulitan Terapkan Pasar Physical Distancing, Terkendala Lahan

Sebagai upaya menekan penyebaran virus corona, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, mencoba menerapkan Physical Distancing di pasar

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti, saat ditemui Tribun Jateng di Pemkab Tegal belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebagai upaya menekan penyebaran virus corona, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, mencoba menerapkan Physical Distancing di pasar-pasar tradisional.

Namun, pada praktiknya tidak semudah yang dibayangkan, karena terdapat kendala satu di antaranya terkait lahan yang kurang.

Hal ini disampaikan oleh, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti, pada Tribunjateng.com, Rabu (13/5/2020).

Pasien Positif Corona Kota Pekalongan, Terjangkit Setelah Anak Baru Mudik dari Jakarta

Dijodohkan karena Sama-sama Single, Herjunot Ali Jelaskan Hubungan dengan Luna Maya

Operasi Ketupat Candi 2020, 3.752 Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Masuk Jateng

Baznas Jateng Salurkan Santunan Rp 2,3 Miliar untuk Santri yang Tidak Mudik

Sebelumnya, Suspriyanti menjelaskan, untuk di wilayah Kabupaten Tegal ada tiga pasar yang akan diterapkan Physical Distancing (jarak antar pedagang).

Ketiga pasar tersebut yaitu di Pasar Bumijawa, Pasar Trayeman, dan Pasar Adiwerna.

Namun, setelah melihat kondisi langsung di lapangan, dari ketiga pasar tersebut baru satu yang bisa diterapkan Physical Distancing yaitu di Pasar Trayeman.

Hal ini, karena kondisi jalan yang ada di sekitar pasar Trayeman hanya digunakan oleh kendaraan umum dengan jumlah tidak terlalu banyak. Sehingga masih bisa dipakai untuk lapak para pedagang.

"Penerapan Pasar Physical Distancing di Kabupaten Tegal tidak semudah yang ada di Pasar Pagi Salatiga. Mengingat untuk di Pasar Pagi Salatiga lahan nya cukup luas dan jalan yang digunakan bukan jalan utama," kata Suspriyanti, Rabu (13/5/2020).

"Sedangkan di sini sebagian besar letak pasar nya merupakan jalan raya, yang kemungkinan untuk menutup jalan itu tidak mudah. Sehingga dipilihlah tiga pasar tadi mengingat masih ada jalan lain yang bisa digunakan ketika akan melintas area tersebut," sambungnya.

Kenapa harus memilih pasar yang letaknya tidak dekat dengan jalur utama atau jalan raya? Menurut Suspriyanti, karena untuk menerapkan Physical Distancing di pasar harus menutup jalan di sekitarnya.

Mengingat jarak antar pedagang sekira dua meter, dibagi jumlah pedagang yang tidak sedikit. Sehingga membutuhkan area yang cukup luas, supaya pembeli juga merasa nyaman.

Padahal sebagian besar pasar di Kabupaten Tegal letaknya dekat dengan jalan raya. Seperti pasar Pepedan, pasar Suradadi, pasar Kramat (Kemantran), pasar Banjaran, dan pasar Tarub.

"Prinsipnya kami sudah siap, begitu juga dengan para pedagang karena sifatnya sementara hanya selama pandemi corona ini. Tapi ya saya serahkan lagi ke mereka, karena kalau saya kan intinya jika ingin menerapkan Physical Distancing jalan ditutup, baru bisa melaksanakan. Tapi selama jalan belum ditutup kami tidak bisa," tegasnya.

Tidak hanya kendala di masalah tata letak (lokasi) dan luasan lahan, tapi juga terkait kecemburan antar pedagang yang muncul.

Hal ini terjadi karena yang menerapkan Physical Distancing otomatis yang memang lapak jualannya berada di area depan pasar. Sedangkan bagi yang area dalam ya tetap di dalam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved