Berita Semarang

Operasi Ketupat Candi 2020, 3.752 Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Masuk Jateng

Ribuan kendaraan yang hendak memasuki Jawa Tengah (Jateng) telah diputar kembali selama penyelenggaraan Operasi Ketupat Candi 2020

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Petugas memberhentikan kendaraan plat luar kota yang masuk ke Kota Semarang di pos pantau Mangkang, Senin (17/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan kendaraan yang hendak memasuki Jawa Tengah (Jateng) telah diputar kembali selama penyelenggaraan Operasi Ketupat Candi 2020.

Hal itu dilaksanakan Kepolisian Daerah (Polda) Jateng dalam rangka menindaklanjuti aturan larangan mudik oleh Pemerintah.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menuturkan, pihaknya telah memutar balik kendaraan sebanyak 3.752 unit selama Ops Ketupat Candi dari tanggal 24 April hingga 12 Mei 2020 kemarin.

Kabid Humas menambahkan, 3752 kendaraan itu diputar balik oleh petugas saat berada di 10 akses perbatasan masuk Jateng antara lain di Brebes, Cilacap, Klaten, Magelang, Wonogiri, Purworejo, Karanganyar, Rembang, Sragen, dan Blora.

Sepenggal Kisah Mengerikan Tragedi Mei 1998, Bau Mayat di Hero dan Teror Penjarahan

Bertahun-tahun Suparman Masih Berdoa di Nisan Tanpa Nama Korban Mei 1998:Saya Tak Tahu Mana Zulkifli

Resmi! Di Tengah Pandemi Corona, Presiden Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

Dinkes Lakukan Rapid Test di Pasar Tradisional, 2 Orang di Pasar Peterongan Semarang Reaktif Corona

Rinciannya, kata Kabid, jenis kendaraan yang diputar balik terdiri dari 2.698 unit mobil pribadi, 246 unit angkutan umum, dan 808 unit sepeda motor. Dari data tersebut, pihaknya paling sering memutar balik kendaraan di wilayah Pantura Brebes sebanyak 968 unit.

"Karena banyak yang hendak masuk Pantura Jateng dari Barat, meliputi Jawa Barat, Jakarta, maupun Banten.

Dalam Ops Ketupat Candi 2020 ini, kami mengutamakan tindakan humanis dan persuasif bagi para pemudik. Kita hanya memutat balik kendaraan saja," ungkap Kombes Pol Iskandar dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (13/5/2020).

Dia melanjutkan, Ops Ketupat Candi 2020 ini berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dari 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020 mendatang.

Hingga saat ini, pihaknya juga telah mencatat sebanyak 7.618 pelanggaran lalu lintas di Jateng.

"7.618 total pelanggaran ini dihimpun dari 35 polres jajaran Polda Jateng. Data pelanggaran itu kami catat per 24 April sampai Selasa, 12 Mei 2020 kemarin.

Semua pelanggaran itu kami berikan teguran. Sebab, selama Ops Candi tidak ada penindakan berupa sanksi tilang," ujar Kabid Humas.

Lebih lanjut, Polda Jateng pun mencatat, sebanyak 615 kecelakaan selama Ops Ketupat Candi 2020 berlangsung sampai saat ini.

Dari total kejadian tersebut, 24 jiwa dinyatakan meninggal dunia, 14 luka berat, dan 736 luka ringan.

Adapun sejumlah daerah yang rentan terjadi kecelakaan lalu lintas, tambah Iskandar, berada di Pati, Kudus, Cilacap, Klaten, Surakarta, dan Boyolali.

"Total kerugian materil akibat kecelakaan lalu lintas di Jateng ini sebesar Rp 334.310.00.

Kami dari Polda Jateng menekankan bahwa Ops Candi ini lebih mengutamakan aksi humanis. Tidak ada sanksi maupun tilang bagi warga yang tetap nekat mudik," pungkas Iskandar. (Tribunjateng/gum).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved