Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Pelaku Peragakan 38 Adegan pada Rekonstruksi Pembunuhan Pria dan Wanita di Solo

Rekonstruksi kasus pembunuhan pria dan wanita digelar di tempat kejadian perkara di sebuah rumah di Jalan Pleret Utama Kelurahan Banyuanyar

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Rekonstruksi kasus pembunuhan pria dan wanita digelar di tempat kejadian perkara di sebuah rumah di Jalan Pleret Utama Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Kamis (14/5/2020).

Dalam rekonstruksi kali ini, ada 38 adegan yang diperagakan tersangka C alias G.

"Ada 38 adegan. Ada dua tempat. Di depok, sebagian besar diperagakan di TKP (Banyuanyar). Di sini adalah bagaimana dia menyuruh si korban perempuan untuk buat jus. Kemudian bagaimana racun dimasukkan ke dalam jus," kata Kasatreskrim Polresta Solo, AKP Purbo Adjar Waskito.

Dalam rekomstruksi kali ini digelar di dalam rumah kontrakan secara tertutup. Sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap mengamankan jalannya rekonstruksi.

Pesta Seks Seorang Perempuan dengan 3 Pria Kepergok Warga, Digelandang ke Kantor Polisi

Sekelompok Remaja Kerjai Tenaga Medis, Kejang Ngaku Positif Corona, Setelah Diperiksa Teriak: Prank!

Ternyata Perekam Video Viral Perkelahian Anak di Tuntang Semarang Bukan Orangtuanya, Tapi . .

Pasien Positif Corona Kota Pekalongan, Terjangkit Setelah Anak Baru Mudik dari Jakarta

Dalam rekonstruksi tersebut juga diperagakan adegan saat pelaku memasukkan racun tikus ke dalam jus.

Purbo mengatakan, setelah korban mengonsumsi "jus maut" tidak lama setelahnya mereka lantas meninggal dunia.

"Dari hasil laboratprium ditemukan adanya sianida sesuai dengan komposisi racun tikus itu," kata Purbo.

Pada rekonstruksi kali ini juga diperagakan adegan saat pelaku membuang kunci rumah dan ke area persawahan di sekitar rumah. Hal itu dilakukan untuk mengaburkan jejak.

"Rekonstruksi untuk memperjelas fakta yang sebenarnya bagaimana, sehingga nanti kami kombinasikan dengan BAP untuk kemudian kita ajukan ke penuntut umum," kata dia.

Ada empat saksi yang terlibat dalam rekonstruksi kali ini. Para saksi itu adalah mereka yang berpapasan dengan pelaku seusai menghabisi nyawa sekaligus yang pertama kali menjumpai dua korban dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, mayat laki-laki telanjang yang ditemukan di sebuah rumah di Banyuanyar berinisial SN merupakan warga Tangerang. Sedangkan mayat perempuan yang ada di sebelah mayat laki-laki berinisial TR warga Ngadirojo, Wonogiri. Pelaku hanya memiliki hubungan pertemanan dengan korban laki-laki. Kalau dari pengakuan pelaku, antarkeduanya memiliki hubungan bisnis.

"Kalau kami lihat, dari keterangan yang kami dapat, korban perempuan ini terkena imbas, dikhawatirkan dia sebagai saksi dari tersangka, korban perempuan ini harus ikut dibunuh," jelas Purbo.

Jadi, tandas Purbo, korban sedianya hendak membeli tanah di Boyolali. Dia juga sudah menyiapkan uang senilai ratusan juta. Karena tahu korban memiliki uang, akhirnya pelaku terbersit untuk menguasai uang tersebut. Makanya, dari penangkapan tersebut diamankan uang senilai Rp 725 juta yang diduga didapat dari korban laki-laki.

"Tersangka mengetahui bahwa korban membawa uang dengan jumlah yang banyak itu menimbulkan niat dari tersangka untuk melakukan tindak pidana, berpikir singkat untuk memiliki uang tersebut," katanya.

Sedangkan, lanjut Purbo, saat kejadian korban perempuan sedang berada di rumah kontrakan korban lelaki. Kedua korban saling mengenal. Korban lelaki di situ meminta tolong kepada korban perempuan untuk membantu membersihkan rumah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved