Wabah Virus Corona
AR Pria Positif Corona Ngamuk Ketika Akan Dibawa ke Rumah Sakit, Peluk Warga Biar Tertular
Pria berinisial AR (40) dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19.
TRIBUNJATENG.COM, TASIKMALAYA - Pria berinisial AR (40) dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19.
Warga Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, itu diketahui positif corona setelah hasil pemeriksaan swab sudah diketahui pada Jumat (15/5/2020) siang.
Namun, AR malah mengamuk dan tidak terima saat dijemput oleh petugas medis.
• Terekam CCTV Cuma 25 Detik Maling Berhasil Curi Motor Selvia di Kos, Padahal Baru Saja Lunas Cicilan
• Wali Kota Semarang Hendi Sebut Pendistribusian Bantuan ke Masyarakat Bakal Dicatat Satu-satu
• 181 TKI Malaysia Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
• Tragis, Devi Tewas Diterkam Buaya Ompong saat Mandi, Tak Ada Bekas Luka di Tubuh Gadis Muda Itu
Pria tersebut sempat berlari mengejar warga yang sedang memegang ponsel dan berada di dekatnya.
Warga tersebut sebenarnya sedang merekam proses penjemputan pasien.
AR memeluk warga tersebut agar tertular dan menjadi orang dalam pemantauan (ODP).
"Ieu naon (apa sih)? Di mana sih? Saya peluk semua, ODP kamu, ODP," kata AR di dekat sambil mengejar dan memeluk warga di dekat para petugas medis yang berpakaian hazmat.
Aksi AR tersebut disaksikan tim gabungan TNI dan Polri.
Kejadian itu sempat diabadikan oleh warga sekitar.
Petugas terus berupaya membujuk pria tersebut bersama keluarganya supaya bisa dibawa ke rumah sakit dan dilakukan isolasi mandiri di ruang karantina.
Terlihat salah satu perempuan yang juga keluarga AR berteriak mempertanyakan mengapa ada banyak orang yang datang saat dilakukan penjemputan.
"Kenapa ini bawa segini banyak," teriak seorang wanita yang mengenakan kaus biru muda di rumah AR.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf membenarkan informasi mengenai warga yang mengamuk saat dijemput tim medis.
Menurut Yusuf, penjemputan terpaksa dilakukan karena pasien tersebut menolak menjalani isolasi.
Yusuf mengatakan, penjemputan paksa dilakukan untuk melindungi warga lainnya di sekitar tempat tinggal pasien.