Wabah Virus Corona

Fenomena Munculnya Manusia Pembawa Karung di Jalan Protokol Kota Semarang, Ini Kata Pengamat Sosial

Akhir-akhir ini di seputaran jalan protokol Semarang telah berunculan manusia-manusia pembawa karung.

TRIBUN JATENG/ IDAYATUL ROHMAH
Tampak dua orang dengan karung di dekatnya, duduk di trotoar jalan Mgr Soegijopranoto, Kamis (14/5/2020). Tribun/Jateng Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Akhir-akhir ini di seputaran jalan protokol Semarang telah berunculan manusia-manusia pembawa karung.

Kini pun menjadi fenomena baru di kota-kota besar, termasuk Kota Semarang.

Di jalan-jalan protokol Kota Semarang,  mereka hanya berbekal karung ini terduduk di sepanjang trotoar.

Di antara mereka ada yang menenteng karung dan ada pula yang hanya meletakkan karung di dekat tempat ia berada.

Seolah sudah memahami maksud dari pembawa karung itu,

beberapa kendaraan yang melintas lantas menghampiri untuk memberikan sekadar makanan bahkan uang.

Melihat fenomena ini, Pengamat Sosial Unika Soegijopranata Semarang, Drs Hermawan Pancasiwi BA MSi mengatakan, keberadaan Penyandang Kesejahteraan Sosial Masyarakat (PMKS) ini tergolong sebagai pengemis.

Hal itu lantaran kata Hermawan, pembawa karung tersebut sengaja memberi tanda atau simbol kepada orang yang dituju.

Simbol tersebut telah menjadi kesepakatan di antara mereka dan telah dipahami masyarakat sebagai sesuatu yang mengundang belas kasihan.

"Mereka termasuk pengemis meskipun tidak menengadahkan tangannya.

Halaman
123
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved