Video Viral
Viral Video Mayat Melambaikan Tangan dari Dalam Peti, Disebut Terjadi di Manado
Sebuah video yang viral menunjukkan mayat melambaikan tangan saat dimakamkan. Media asing menyebut kejadian itu di Manado, Sulawesi Utara.
TRIBUNJATENG.COM - Viral video menunjukkan mayat terlihat melambaikan tangan saat dimakamkan. Media asing menyebut kejadian itu di Manado, Sulawesi Utara.
Mirror pada Kamis (14/5/2020) memberitakan, video mayat melambaikan tangan ini direkam di Indonesia, tepatnya di Manado pada Selasa (5/5/2020).
Meski begitu, hingga berita ini dirilis belum bisa dipastikan di mana peristiwa ini terjadi dan kapan, serta apakah mayatnya benar-benar melambaikan tangan.
• Tak Indahkan Imbauan Bupati, 65 Jamaah Tarawih Masjid di Banjarnegara Dipaksa Rapid Test
• Rapat dengan Presiden Brasil Via Zoom, Ada Peserta yang Telanjang Lupa Matikan Kamera
• Update Kasus Corona Jateng: Bertambah Jadi 1.160 Kasus, 480 Sembuh, dan 84 Meninggal
• Merasa Tak Dihargai Wakil Bupati Ngamuk Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Berencana Lapor Polisi
Kejadian mayat melambaikan tangan ini bermula ketika seorang imam membacakan doa saat pemakaman.
Seseorang kemudian merekam peti mati berwarna putih yang berisi jenazah itu dimasukkan ke liang lahad.
Lalu saat kamera memperbesar fokus ke kaca bening di peti mati itu, terlihat ada tangan dan jari yang bergerak seperti gerakan melambai.
"Rekaman mengejutkan ini terjadi di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia, pada 5 Mei," tulis Mirror di pemberitaannya.
Selama pemakaman imam terdengar berkata, "Tuhan telah berfirman dalam kitab Yohanes. Aku adalah kebangkitan dan kehidupan. Siapa pun yang percaya kepadaKu, ia akan hidup meskipun sudah mati," demikian yang diwartakan sesama media Inggris, Daily Mail.
Beberapa detik setelah kalimat itu diucapkan, terlihat tangan yang melambai dari dalam peti.
Video itu memicu perdebatan, apakah benar gerakan itu dari dalam peti atau hanya efek kamera.
Seorang warganet berkomentar, "Ya, dia melambaikan tangan, mungkin dia masih hidup dan mencoba keluar."
Namun ada pula yang menganggap bahwan "mungkin itu tikus", sebagaimana yang ditulis Toink Khan.
Di samping klaim-klaim itu, ada pula teori bahwa kemungkinan mayat itu bergerak karena faktor dekomposisi (pembusukan).
Dikabarkan tahun lalu ada penelitian yang mengungkapkan, mayat-mayat "terlihat bergerak" saat membusuk.
Penelitian itu dilakukan oleh Australian Facility for Taphonomic Experimental Research (AFTER).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/video-mayat-melambaikan-tangan-dari-dalam-peti-mati-di-manado-sulawesi-utara.jpg)