Berita Jateng

Ganjar Pranowo dan Erick Thohir Sepakat Bangkitkan UMKM

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Menteri BUMN, Erick Thohir sepakat bersama-sama melaksanakan program-program yang bertujuan membangkitkan UMKM

TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi tempat produksi sarung goyor milik IKM Fahaltex di Kota Tegal, Kamis (7/5/2020).    

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Menteri BUMN, Erick Thohir sepakat bersama-sama melaksanakan program-program yang bertujuan membangkitkan UMKM pasca-pandemi covid-19.

"Setelah kesehatan dan sosial, saat ini kami sudah mulai fokus pada ekonomi. Sebab, mau tidak mau ekonomi harus disiapkan skenario-skenario untuk bisa bangkit usai pandemi covid-19 ini," kata Ganjar, di sela menerima bantuan Kementerian BUMN untuk penanganan covid-19, di rumah dinas gubernur, Sabtu (16/5).

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan skenario APBD 2021 adalah APBD Pertolongan, di mana anggaran yang ada nantinya digunakan untuk membantu berbagai sektor, satu di antaranya ekonomi.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce raksasa nasional untuk keperluan pelatihan dan kerja sama lain, tapi kami masih kesulitan soal permodalan, sehingga kami berharap ada perusahaan-perusahaan BUMN yang bisa membantu kami mengembangkan sektor ini," paparnya.

Bank-bank milik BUMN, lanjut Ganjar, juga diharapkan bisa membuka akses kredit usaha rakyat (KUR), dan apabila itu bisa dilakukan, kebangkitan ekonomi Jateng khususnya dari industri kecil menengah bisa lebih cepat dilakukan.

Menteri BUMN, Erick Thohir juga sepakat dengan apa yang diprogramkan Gubernur Ganjar, karena sektor ekonomi, khususnya UMKM, dinilai harus mendapat perhatian dari pemerintah.

"Saya sangat setuju, karena dilihat kondisi saat ini dibandingkan dengan sebelumnya, semuanya terdampak. UKM ini menjadi prioritas, karena mayoritas UKM menyerap tenaga kerja cukup besar dibandingkan dengan korporasi lain. Ini harus diprioritaskan," jelasnya.

Erick menyebut, selama pandemi covid-19, bank BUMN sudah melakukan restrukturisasi untuk pelaku UMKM dan lain-lain, bahkan nilainya sudah mencapai lebih dari Rp 120 triliun.

"Itu sudah berjalan, tapi masih belum cukup, sehingga kami sudah rapat dengan Menko dan lainnya untuk membahas banyak hal, termasuk supply change industri kesehatan yang kemungkinan dibangun di Jateng, termasuk pemanfaatan lahan PTPN dan Perhutani untuk kebutuhan pangan," terangnya.

Erick juga sepakat dengan Ganjar dalam pengembangan UMKM untuk bangkit pascapandemi covid-19 dengan bhantuan BUMN, meski saat ini kondisi BUMN tidak semuanya dalam kondisi sehat.

"Akan kami petakan BUMN mana yang kuat, karena akibat covid-19 ini, 90 persen BUMN terdampak, hanya 10 persen yang tidak terdampak, sehingga harus dipetakan mana yang bisa mendukung program itu," tandasnya. (Antara)

GoPay Catat Lonjakan hingga 300%, Transaksi Aplikasi Dompet Digital Melambung Tinggi selama Ramadan

Prakiraan Cuaca BMKG Pati Hari Ini, Senin 18 Mei 2020

Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan, Senin 18 Mei 2020

Nekat Buka Plastik dan Mandikan Jenazah Pasien Corona, Belasan Orang Positif Corona

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved