Berita Regional
Kisah Rio Nekat Mudik Jalan Kaki dari Jakarta Ke Solo, Gagal Naik Bus hingga Diminta Putar Balik
Warga asal Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur
TRIBUNJATENG.COM - Warga asal Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur, hingga Gringsing, Kabupaten Batang, sejauh 440 kilometer.
Seorang warga tersebut bernama Maulana Agus Arif Budi Satrio (38).
Setiba di Gringsing, pria yang akrab disapa Rio ini diantar pulang oleh komunitas pengemudi pariwisata Indonesia (Peparindo) Jawa Tengah sampai ke kampung halaman di Solo.
Tentunya bukan tanpa alasan jika Rio melakukan perjalanan sejauh itu.

• Marga Latuconsina Disinggung Andre Taulany dan Rina Nose, Ternyata Martabat Keturunan Raja
• Dalam Gelap Gulita, Pos Polisi di Papua Diserang, Briptu Kristian Dianiaya dan 3 Senpi Dirampas
• Mona Ratuliu Deg-degan Jalani Rapid Test Jelang Melahirkan Anak Keempat
• Keraton Yogyakarta Tiadakan Grebek Syawal untuk Cegah Penyebaran Virus Corona
• Pamit Ziarah, 6 Mahasiswa Hilang Misterius Selama 3 Tahun, Orangtua Sempat Kena Tipu Dukun
Iya, hal itu dilakukannya karena ia kehabisan uang untuk pulang ke kampung halamannya setelah terkena pemutusan hubungan kerja ( PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja di Jakarta Timur akibat pandemi wabah virus corona.
Dalam sehari, kata Rio, ia menempuh perjalanan sekitar 100 kilometer.
Selama di perjalanan, ia selalu berupaya untuk tetap berpuasa.
Sambungnya, selama berjalan kaki, medan yang terlalu berat adalah di kawasan Karawang Timur sampai Tegal.
"Udaranya sangat panas. Sampai gosong semua kulit saya karena panas," ujarnya saat ditemui Kompas.com di Gedung Graha Wisata Niaga Solo, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2020).
Rio menceritakan, sebelumnya ia bekerja di Cibubur, Jakarta Timur, sebagai sopir bus pariwisata sejak tahun 2017.
Sebelum ada pandemi corona, bisnis penyewaan bus pariwisata di Jakarta masih berjalan dengan baik.
Namun, karena adanya pandemi corona ini, membuat dirinya harus terkena PHK dari tempatnya bekerja.
"Saya menerima berita di-PHK dari kantor pada Jumat 8 Mei 2020," katanya.
Setelah mendengar kabar kalau dirinya terkena PHK, ia pun kemudian berpikir apakah harus bertahan di Jakarta atau memilih untuk pulang kampung halamannya di Solo.
Namun, kata Rio, jika tetap di Jakarta, dirinya harus membayar uang sewa kontrakan dan harus mencukupi kebutuhan hidup setiap hari.