Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Selalu Berkilah saat Ditagih Pembayaran Material Proyek, Pemborong di Kebumen Ditangkap Polisi

Polres Kebumen mengembangkan kasus dugaan penipuan terhadap korban EP (30), warga Kecamatan Buayan Kebumen yang melibatkan Ketua Yayasan Istiqomah Man

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Tersangka dugaan penipuan RH, RD saat rilis ungkap kasus Polres Kebumen 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Polres Kebumen mengembangkan kasus dugaan penipuan terhadap korban EP (30), warga Kecamatan Buayan Kebumen yang melibatkan Ketua Yayasan Istiqomah Mandiri.

Seorang pemborong proyek bangunan inisial RH (41) warga Desa Banjareja Kecamatan Kuwarsan Kebumen ikut berurusan dengan polisi karena diduga telah melakukan penipuan terhadap kliennya, EP.

Tersangka RH diduga melakukan serangkaian penipuan dengan modus tidak membayar material proyek pembangunan Ponpes Al Istiqomah Adimulyo, yang dibeli dari korban.

Karena kejadian itu, korban menelan kerugian sebanyak Rp. 86.850.000,00.

Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan

Kisah Kakak Beradik Asal Kendal Mualaf Saat Ramadhan, Dapat Hidayah Masuk Islam dengan Cara Berbeda

Kocak, Niat Beli Tisu Diskon Harga Rp 99 yang Datang Malah Mengejutkan

Sandra Dewi Pernah Ditinggal Banyak ART Gegara Kasih THR Setara Gaji Setahun, Kali Ini Ia Bimbang

Material yang dibutuhkan tersangka RH telah dicukupi oleh korban, untuk membangun Ponpes milik tersangka lain, RD (40) yang juga pemilik Ponpes Al Istiqomah serta ketua Yayasan Istiqomah Mandiri desa Arjomulyo kecamatan Adimulyo.

"Tersangka melakukan penipuan tidak membayar material proyek, pada pembangunan Ponpes milik tersangka RD.

Keduanya telah ditahan penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen," jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rabu (20/5).

Diungkapkan AKBP Rudy, tersangka RH selalu berkilah saat ditagih mengenai biaya material proyek yang sedang diborongnya pada bulan Agustus 2019 silam itu.

Alasannya, tersangka masih menunggu dana turun dari tersangka RD selaku pemilik Ponpes yang sedang dikerjakan proyeknya.

Namun hingga batas waktu yang telah disepakati, biaya pembelian material tidak kunjung diterima korban.

Sehingga kejadian itu dilaporkan ke Polres Kebumen.

Akibat perbuatan dua tersangka, RH dan RD, korban menelan kerugian hingga Rp 1 milyar lebih.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 378 KUH," kata AKBP Rudy.

Sebelumnya Ketua yayasan Istiqomah Mandiri desa Arjomulyo kecamatan Adimulyo RD (40) ditangkap polisi dengan dugaan penipuan terhadap korban yang sama, EP (30).

Modusnya, tersangka bisa mencairkan dana dari rekeningnya di Bank Indonesia yang telah diblokir oleh Kanwil Semarang dan Jakarta untuk membayar jasa proyek pembangunan Ponpes Al Istiqomah miliknya yang macet.

Alih-alih untuk membuka blokir, tersangka meminjam uang kepada korban.

Korban harus melakukan transafer sejumlah uang yang dilakukan secara bertahap.

Namun setelah transafer Rp.924.600.000,00, rekening Bank Indonesia milik tersangka belum juga bisa dibuka. (aqy)

Prakiraan Rob Jalan Nasional Pantura Demak Rabu 20 Mei 2020

Cerita Eva Ramadan di Inggris, Kangen Masakan Ceker Super Pedes

Prakiraan Cuaca BMKG Pati Rabu 20 Mei 2020, Berawan hingga Malam Hari

Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pekalongan Rabu 20 Mei 2020, Hujan Lokal Malam Hari

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved