Breaking News:

Ramadan 2020

Cerita Eva Ramadan di Inggris, Kangen Masakan Ceker Super Pedes

Adanya pandemi virus corona membuat suasana ramadan tahun ini berbeda. Perbedaan itu tidak hanya dirasakan umat islam di Indonesia, namun juga diselu

IST
Eva Andriani, mahasiswa asal Indonesia yang sekarang sedang melanjutkan studi Master Accounting di Leeds University Inggris berfoto di depan Kirkgate Market di Pusat Kota Leeds 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Adanya pandemi virus corona membuat suasana ramadan tahun ini berbeda.

Perbedaan itu tidak hanya dirasakan umat islam di Indonesia, namun juga diseluruh dunia.

Perbedaan itu juga dirasakan oleh orang Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan

Kisah Kakak Beradik Asal Kendal Mualaf Saat Ramadhan, Dapat Hidayah Masuk Islam dengan Cara Berbeda

Kocak, Niat Beli Tisu Diskon Harga Rp 99 yang Datang Malah Mengejutkan

Sandra Dewi Pernah Ditinggal Banyak ART Gegara Kasih THR Setara Gaji Setahun, Kali Ini Ia Bimbang

Eva Andriani satu di antara mahasiswa asal Indonesia yang sekarang tinggal di Inggris guna melanjutkan studi Master Accounting di University of Leeds.

Alumnus Fakultas Ekonomi Unnes itu mengatakan, selama tinggal di Inggris kangen masakan Indonesia.

"Banyak yang saya kangeni, misal ceker super pedes.

Sebenarnya semua bisa dimasak sendiri, hanya ada beberapa bahan yang memang tidak bisa ditemukan di sini," ungkapnya kepada Tribun Jateng, Rabu (20/5/2020).

Dia menuturkan, selama ramadan ini yang paling dia kangeni adalah takjil-takjil yang dijual di pinggir jalan.

"Saya kangen takjil yang dijual di Sekaran, Gunungpati, Semarang seperti masa S1 dulu," ucapnya.

Dia menuturkan, ada perbedaan spesifik masakan Indonesia dengan Inggris atau Eropa secara umum.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved