Breaking News:

Tips Kesehatan

Tips BPOM Jika Anda Beli Makanan Pakai Layanan Pesan Antar di Tengah Pandemi Virus Corona

Pemberlakukan PSBB selama masa pandemi virus corona saat ini membuat penggunaan layanan pesan antar makanan melonjak drastis. BPOM memberi tips

Istimewa/Tribunnews
Ilustrasi paket makanan pesan antar 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama masa pandemi virus corona (Covid-19) saat ini membuat penggunaan layanan pesan antar makanan melonjak drastis.

Padahal sebenarnya makanan dari layanan pesan antar juga tak menjamin Anda terbebas dari Covid-19.

Direktur Standarisasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Sutanti Siti Namtini mengatakan, memang belum ada penelitian yang menyebut Covid-19 bisa tertular dari makanan.

Ini Daftar 5 Ponsel Resolusi Kamera 64 Megapiksel: Mulai Oppo, Samsung, Xiaomi hingga Realme

Pesawat Tempur Termahal di Dunia F-35 Lightning II Milik Angkatan Udara AS Jatuh Saat Terbang Malam

Ibu Kaget Lihat Anaknya Melahirkan di Kamar Mandi, Ternyata Perbuatan Ayah Tiri

Deretan Ponsel Kamera Beresolusi 48 Megapiksel dan Harga Bulan Mei 2020, Xiaomi hingga Samsung

Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H Lebaran 2020 Dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Namun, yang paling krusial dari pesan antar makanan adalah bagian kemasan paling luar dari produk.

Kemasan paling luar memiliki kontak langsung dengan pengantar (delivery man) dan lingkungan sekitar.

"Mungkin dikhawatirkan dari kemasannya, mungkin tercemar oleh personil yang mengantarkan dalam rantai distribusi. Ini perlu diperhatikan," kata Sutanti dalam konferensi video, Rabu (20/5/2020).

Buka kemasan luarnya

Sutanti mengatakan, cara paling mudah untuk mencegah penyebaran virus adalah membuka kemasan paling luar dan segera membuangnya.

Kemudian, cucilah tangan dengan sabun sebelum menyantap makanan.

"Cuci tangan, kemudian bagian paling luar dilepas dan segera dibuang. Kemudian kita cuci tangan lagi, baru membuka kemasan untuk disantap. Itu sudah cukup. Itu sesuai dengan protokol yang diatur oleh pemerintah," ujar Sutanti.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved