Berita Demak

Hak Jawab dari Tim Kurator PT SB Con Pratama

hak jawab ihwal pemberitaan dalam Tribunjateng.com dengan judul "Diduga Palsukan Dokumen, Pengurus Perusahaan Bata Di Demak Dilaporkan Ke Polda Jateng

IST
Hak Jawab dari Tim Kurator PT SB Con Pratama 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dedi Suwasono dan Agung Pribadi dari Law Office Dedi Suwasono & Partners selaku Tim Kurator PT SB Cone Pratama (dalam pailit) menyampaikan hak jawab ihwal pemberitaan dalam Tribunjateng.com dengan judul "Diduga Palsukan Dokumen, Pengurus Perusahaan Bata Di Demak Dilaporkan Ke Polda Jateng", terbit pada Sabtu (16/5/2020).

Tim Kurator ini diangkat dan ditunjuk berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang No.23/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN.Smg jo. No. : 1/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Smg, tanggal 5 Oktober 2018

Tim Kurator yang juga Kuasa Hukum PT SB Con Pratama menanggapi bahwa redaksi kalimat "Sejumlah pengurus lama PT SB CON Pratama dilaporkan ke Polda Jateng, Jumat (15/5/2020) malam atas tuduhan melakukan pemalsuan dokumen utang-piutang perusahaan" adalah tidak benar.

Menurut Tim Kurator, apabila yang dimaksud adalah Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maka redaksi kalimat yang benar adalah "Tim Pengurus PKPU PT SB Cone Pratama (dalam PKPU)" sesuai dengan UU No 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.

Lalu, Tim Kurator juga mengoreksi kalimat pada berita yakni "sejumlah pengurus lama yang bertugas sebagai kurator saar PT SB Cone Pratama mengalami pailit 2018", juga tidak benar.

Law Office Dedi Suwasono & Partners menjelaskan, bertindak selaku Tim Kurator PT SB Cone Pratama pada saat ini adalah Tim Pengurus PKPU PT SB Cone Pratama.

Artinya, bukan pengurus lama seolah-olah Eks Direksi dan Eks Komisaris dari PT SB Con Pratama.

Bagi Tim Kurator, hal ini dapat menimbulkan kesalahan persepsi atau informasi yang menyesatkan seolah-olah ada pengurus lama dan pengurus baru.

Perlu diketahui, Tim Pengurus PKPU tersebut diangkat dan ditunjuk berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang No. 1/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN.Smg, tanggal 8 Januari 2018.

Selanjutnya, Tim Kurator menyatakan redaksi kalimat sebesar "Rp 422 Miliar" dari kalimat pemberitaan "Akibat pemalsuan dokumen tersebut, perusahaan pencetakan bata yang berlokasi di Sayung, Kabupaten Demak itu mengalami pembengkakan utang hingga Rp 422 miliar", adalah tidak benar.

Halaman
1234
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved