Wabah Virus Corona
Apakah Mandi Air Panas Bisa Mencegah Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasan WHO
"Apakah mandi air panas bisa mencegah virus corona (COVID-19)?"WHO mengatakan suhu normal manusia adalah 36,5° C hingga 37° C terlepas dari suhu air.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Apakah Mandi Air Panas Bisa Mencegah Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasan WHO
TRIBUNJATENG.COM-Dari berbagai pertanyaan yang terangkum dalam laman www.covid-19.go.id, banyak masyarakat yang menanyakan soal mandi air panas dan virus corona.
"Apakah mandi air panas bisa mencegah virus corona (COVID-19)?" demikian adalah pertanyaan populer yang tribunjateng.com kutip di laman covid19.go.id.
Sementara itu, menjawab pertanyaan populer tersebut, WHO mengatakan suhu normal manusia adalah 36,5° C hingga 37° C terlepas dari suhu air.
"Sebenarnya, mandi dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar kulit.
Cara terbaik untuk melindungi diri dari covid-19 adalah dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, cairan permbersih berbahan alkohol (60%)", jelas WHO.
WHO mengatakan, dengan melakukan hal di atas, bisa menghilangkan Virus Corona yang mungkin ada di tangan dan menghindari infeksi yang dapat terjadi karena menyentuh mata, mulut, dan hidung.
Sedangkan mandi air panas tidak berpengaruh dengan pencegahan covid-19.
"Mandi air panas tidak dapat mencegah Anda dari covid-19," jelasnya.
Sementara itu, isu nyamuk menjadi perantara Virus Corona juga masuk ke deretan pertanyaan populer.
Dilansir dari WHO, sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan virus corona baru dapat ditularkan nyamuk. Virus corona baru adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui percikan batuk atau napas orang yang sudah terinfeksi.
"Untuk melindungi diri Anda, sering-seringlah mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia, dengan cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).
Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin," demikian adalah himbauan dari WHO.
Pertanyaan selanjutnya yang banyak ditanyakan adalah, sampai kapan social distancing dilakukan?
Perlu diketahui, berbagai perusahaan dan negara kini tengah berlomba-lomba mengembangkan obat dan vaksin untuk virus corona.
Puluhan vaksin potensial sedang dirancang di laboratorium di seluruh dunia. Vaksin-vaksin tersebut diharapkan dapat memulai proses uji coba selama beberapa bulan ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mandi-air-dingin_20160831_213011.jpg)