Virus Corona Jateng

Cerita Pemudik yang Lebaran di GOR Tempat Karantina: Baru Nyampe Rumah Langsung Dibawa, Ya Sudah

Tujuannya satu, yaitu untuk memutus mata rantai sekaligus menghindari penyebaran virus corona (Covid-19) di tanah kelahirannya

Istimewa
Bupati Banyumas Achmad Husein bersama istri saat menyantap opor ayam bersama peserta karantina massal pemudik di Gor Satria Purwokerto, Minggu (24/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM - Alunan takbir menggema dari pengeras suara yang terpasang di beberapa sudut kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2020) malam.

Hari kemenangan bagi umat Islam tinggal menunggu hitungan jam, namun sebanyak 152 pemudik yang sedang menjalani karantina di tempat tersebut tak bisa merayakannya bersama keluarga tercinta.

Pemudik dari berbagai kota itu harus menyelesaikan masa karantina.

Tujuannya satu, yaitu untuk memutus mata rantai sekaligus menghindari penyebaran virus corona (Covid-19) di tanah kelahirannya.

Namun, kesedihan yang dirasakan para peserta karantina sedikit terobati dengan acara makan opor bersama Bupati Banyumas, Achmad Husein, Minggu (24/5/2020) pagi.

Sambil duduk lesehan, "keluarga baru" ini berbagi cerita dengan bupati.

Salah satu pemudik asal Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Sumarni mengungkapkan, Lebaran kali ini tidak dapat berkumpul keluarga.

Bahkan, sekadar bertegur sapa melalui telepon untuk mengobati rindu pun tak bisa.

"Saya sudah empat hari di sini. Ya sedih, ingin pulang.

Enggak bawa HP, ingin hubungi anak enggak bisa.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved