Rumah Sunat Semarang
Khitan Hipnotis yang Tak Terasa Sakit Ala Rumah Sunat Semarang
Di jaman sekarang ini banyak sekali penawaran tentang hypnokhitan, yaitu penggabungan ilmu medis khitan dengan ilmu psikology hypnotis.
TRIBUNJATENG.COM - Rumah Sunat Semarang Jl. Nogososro No34. Tlogosari Semarang 081-565-29661 / 081-6699-761.
Pengalaman yang paling mengesankan bagi anak anak adalah ketika sudah selesai sunat dan bilang sama teman temannya kalau sunatnya tidak sakit dan biasa saja, bahkan sehabis pulang sunat pakai celana seperti biasa dan tidak pakai sarung. Sambil main main sepedaan dan makan ayam goreng juga boleh.
Tidak sedikit teman-temannya sunat harus dilalui sebuah tangisan dan kesakitan, tidak bisa main main, tidak boleh makan daging dan makan telur, pakai sarung dan tidur tiduran terus di rumah. Hal ini tidak berlaku bagi yang khitan di Rumah Sunat Semarang.
Di Rumah Sunat Semarang pada prinsip sunat haruslah anak nyaman dan tidak merasakan sakit apa pun. Semua berjalan datar saja dan tidak ada sakit atau tangisan.
Banyak kasus anak lari dari rumah sunat karena ketakutan atau trauma, padahal semua persiapan pesta sudah di lakukan, undangan juga sudah disebar. Betapa malunya keluarga kalau hal ini sampai terjadi.
Trauma sang anak banyak faktor penyebabnya. Bisa karena hembusan dan bisikan dari temannya kalau sunat itu sakitnya minta ampun sakit sekali pada saat disuntik dan pada saat dipotong dan di jahit. Hal inilah yang tertanam di benak si anak dan melekat kuat sampai pikiran alam bawah sadarnya. Padahal tidak semua rumah sunat atau dokter khitan menggunakan suntik ketika bius atau dengan menggunakan jahit.
Di jaman sekarang ini banyak sekali penawaran tentang hypnokhitan, yaitu penggabungan ilmu medis khitan dengan ilmu psikology hypnotis.
Rumah Sunat Semarang yang beralamat di Jl. Nogososro no. 34 Tlogosari 081-565-29661 tawarkan atau bahkan semua menggunakan bius ramah anak untuk pelaksanaan khitannya. Atau lebih dikenal dengan hypnokhitan.
Anak ditanya diajak ngobrol dahulu tentang apa kesukaannya, apa hobinya, siapa teman terdekat yang paling akrab. Dari data ngobrol ringan seperti ini yang dijadikan acuan bahan hypno kepada anak.
Pada pelaksanaan anastesi anak diajak ngobrol seolah anak sedang bermain bersama teman akrabnya itu. Membayangkan hal yang menyenangkan membawa alam pikir positif dan mengalahkan rasa takut yang sebenarnya sedang menghadapi prosesi sunat.
Tanpa disadari tahu-tahu selesai proses sunatnya. Dan anak gembira ternyata sunat tidaklah sesakit seperti yang di ceritakan temannya tadi. Itulah hebatnya ilmu hypnotis dipadukan dengan ilmu bedah medis. Dan menghasilkan sebuah hasil yang sangat luar biasa.

PENEGRTIAN HYPNOTIS
Hypnotis adalah merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari pengaruh sugestifitas alam bawah sadar manusia.
Kata hypnotis sendiri pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, beliau adalah seorang dokter ternama di negara inggris yang hidup antara tahun 1795 - 1860. Sebelum masa dokter James Braid, hipnotis dikenal dengan nama Mesmerism / Magnetism. Namun perlu dipahami bahwa kondisi hipnotis tidaklah sama dengan tidur. Orang yang sedang tidur tidak menyadari dan tidak bisa mendengar suara-suara disekitarnya. Sedangkan orang dalam kondisi hipnotis, meskipun tubuhnya beristirahat (seperti tidur), ia masih bisa mendengar dengan jelas dan merespon informasi yang diterimanya hipnotis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hipnotis dibanding fenomena mental lainnya. Keunikan ini perlu dipahami untuk merumuskan sebuah definisi hipnotis yang akurat. Namun sampai sekarang, defisini hipnotis yang diungkapkan setiap tokoh masih berbeda- beda. Semua orang setuju adanya sesuatu yang dinamakan hipnotis, tapi berbeda pendapat mengenai apa itu hipnotis.
Penggabungan 2 kutub yang berbeda antara hal yang berbeda akan tetapi menghasilkan suatu keberhasilan yang luar biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sunat-hipnotis-rumah-sunat-semarang-2.jpg)