Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Penerapan New Normal Pendidikan, Fikri Faqih Minta Pemerintah Pertimbangkan Usulan IDAI

Pemerintah Indonesia tengah bersiap menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi corona Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Wakil Ketua Komisi X (Bidang Pendidikan) DPR RI, Abdul Fikri Faqih. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Indonesia tengah bersiap menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi corona Covid-19.

Satu hal yang sedang dipersiapkan yakni di bidang pendidikan.

Aktivitas masyarakat di bidang ini tengah dirumuskan agar pelaksanaan tetap berjalan.

Viral Warung Makan Jual Ikan Gurame 3 Porsi Rp 1,3 Juta

BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tutup Tol Ungaran Arah Semarang, Kendaraan Keluar di Exit Toll Ungaran

BREAKING NEWS: Mati Lampu Terjadi di Sebagian Wilayah Jawa Tengah

Meski Objek Wisata Tutup, Kawasan Tawangmangu Karanganyar Masih Dibanjiri Pelancong

Wakil Ketua Komisi X (Bidang Pendidikan) DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan usulan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait new normal pendidikan.

Ada sebelas anjuran yang perlu diperhatikan pemerintah.

Beberapa diantaranya anjuran tetap melanjutkan kegiatan belajar di rumah dan menerapkan pembelajaran jarak jauh.

"Pembelajaran jarak jauh disarankan tetap dilanjutkan.

Mengingat, sulitnya melakukan pengendalian transmisi apabila terbentuk kerumunan.

Lalu, kemungkinan bulan Juli wabah belum teratasi dengan baik," kata politikus PKS ini kepada Tribunjateng.com, Minggu (31/5/2020).

Tidak hanya itu, Ketua DPW PKS Jawa Tengah itu juga meminta pemerintah kembali mempertimbangkan wacana masuk sekolah di bulan Juni atau tahun pelajaran baru.

Ia menjelaskan, data IDAI menunjukkan hingga 18 Mei diketahui jumlah pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 merupakan usia anak. Selain itu, 129 anak berstatus PDP meninggal.

Kemudian, 584 anak terkonfirmasi positif dan 14 anak meninggal akibat Covid-19.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid-19 d Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19," kata legislator dari Dapil Jateng IX (Brebes, Tegal, Kota Tegal) itu.

Apalagi, lanjutnya, kurva kasus Covid-19 mengalami kenaikan.

Padahal, penerapan new normal akan berjalan efektif, setelah kurva landai.

Sebulan setelahnya bisa berkegiatan kembali dengan normal yang baru.

"Tetapi kurva masih naik. Karena itu, kami meminta pemerintah memperhatikan imbauan yang dikeluarkan IDAI," tandasnya.

Wacana new normal, kata dia, mestinya membuat suasana menjadi normal seperti semula, bukan malah tambah panik.

Di sisi lain, menurutnya, yang menjadi pertimbangan mestinya bukan hanya pemulihan ekonomi, sehingga diterapkan lah new normal.

Tapi juga harus mempertimbangkan semua faktor secara komprehensif karena ini meliputi keselamatan dan kesehatan.(mam)

Ada Skrining Virus Corona di Aplikasi Mobile JKN

Pertashop, Bentuk Komitmen Pemerintah dan Pertamina Tingkatkan Ekonomi Desa

Menuju New Normal, Dinkes Jawa Tengah Tambah 26 Ventilator

4 Orang Reaktif Virus Corona, Pasar Batur & Karangkobar Banjarnegara akan Ditutup Sementara

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved