Banjir Rob Pekalongan
Pekalongan Banjir Rob Lagi, Ratusan Orang Terpaksa Dievakuasi
Akibat gelombang pasang yang terjadi di wilayah Pekalongan utara, Senin (1/6/2020) sore, membuat ratusan rumah di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara t
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Akibat gelombang pasang yang terjadi di wilayah Pekalongan utara, Senin (1/6/2020) sore, membuat ratusan rumah di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara terendam.
Pada pantauan Tribunjateng.com sore tadi, gelombang air laut di Pantai Pasir Sari Kota Pekalongan setinggi 3 meter hingga 4 meter.
Bahkan, air laut menghempas tanggul dan masuk ke ruas jalan yang ada di pantai tersebut.
Selain itu, untuk di wilayah Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara semua rumah terendam banjir rob dan untuk ketinggian dari 30 centimeter hingga satu perut orang dewasa.
Tim gabungan dari BPBD, Polairud Polda Jateng, PMI, Satpol PP, dan tim SAR Pekalongan melakukan evakuasi beberapa warga untuk dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.
Evakuasi korban banjir rob, dilakukan sejak Senin (1/6/2020) malam hingga Selasa (2/6/2020) dini hari .
Evakuasi korban banjir sangat dramatis, tim gabungan menyusuri seluruh rumah yang ada di perumahan Slamaran. Rata-rata warga yang dilakukan evakuasi adalah lansia hingga anak-anak.
Bahkan, ada warga yang membuat perahu dari dirigen untuk mengevakuasi warga dan kendaraan.
Seluruh warga yang dievakuasi diletakkan di masjid yang ada di rusunawa Slamaran.
"Banjir rob menggenangi di perumahan Slamaran ini sejak Minggu (31/5/2020) kemarin. Tapi, yang paling parah malam ini," kata Dian Vera Kurniasih (37) warga perumahan Slamaran, kepada Tribunjateng.com, Selasa (2/6/2020) dini hari.
Vera mengungkapkan, sejak tinggal selama 30 tahun di perumahan Slamaran, banjir rob kali ini paling parah.
Semua rumah terendam akibat banjir rob.
"Biasanya air hanya menggenangi di depan rumah, tapi malam ini masuk ke dalam rumah hingga ketinggian satu perut orang dewasa," ujarnya
Ia mengatakan, rencananya akan mengungsi ke rumah saudara.
"Semua keluarga mengungsi mas, jadi rumahnya kosong," imbuhnya m