Berita Semarang
BKSDA Jateng Segera Terjunkan Tim Memburu Lutung Liar Peneror di Sendangguwo Semarang
-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng bakal menerjunkan tim untuk menindaklanjuti informasi terkait adanya lutung liar
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng bakal menerjunkan tim untuk menindaklanjuti informasi terkait adanya lutung liar di pemukiman warga Rw 1 Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang, Rabu (3/6/2020).
"Meskipun belum mendapatkan laporan dari warga, sore ini kami bentuk tim agar bisa segera terjun ke Sendangguwo," ujar Kepala BKSDA Jateng, Darmanto kepada Tribunjateng.com.
Darmanto menuturkan, tim BKSDA terjun ke lokasi untuk mendeteksi terlebih dahulu apakah hewan yang dilaporkan warga tersebut merupakan jenis lutung atau kera ekor panjang.
• UPDATE: Pemakaman Kompol Widodo Ponco Susanto Dipimpin Kapolres Purbalingga AKBP Muchammad Syafii
• Profesor Pratiwi Sebut Gelombang Kedua Pandemi Corona di Indonesia Bisa Dicegah, Asal Lakukan Ini
• Polisi Minta Warga Tak Bunuh Lutung Peneror di Sendangguwo Semarang
• Satpam Cantik Asal Patihan Sragen Hilang, Sepatu Korban ditemukan di Pinggir Sungai Bengawan Solo
Dia meragukan jika hewan tersebut jenis lutung sebab lutung dikenal sebagai hewan yang pemalu dan lebih memilih tinggal di kawasan hutan.
"Kecuali hewan itu peliharaan warga lalu lepas, kemungkinan itu bisa saja terjadi," ungkapnya.
Darmanto menegaskan andai hewan itu betul-betul ada di kawasan Sendangguwo dan berhasil ditangkap, maka lembaga konservasi yang memiliki wewenang merawat satwa yang dilindungi.
Terkait keberadaan lutung yang dilindungi, ditegaskan Darmanto, semua satwa tidak boleh dibunuh baik dilindungi ataupun tidak sejauh dalam konteks tidak membahayakan manusia.
Merujuk Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 1999 menyebutkan apabila satwa membahayakan manusia hingga manusia terdesak maka dengan terpaksa boleh dibunuh.
"Tetapi dengan catatan keadaan mendesak, namun kalau ada kera atau lutung di atap rumah belum tentu membahayakan.
Jadi kami minta warga untuk bersikap tenang," tambahnya.
Kata Polisi
Munculnya seekor lutung liar di Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang mendorong warga untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan.
Bersama dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sendangguwo Bripka A. Endar Bayu Cahyono para warga di wakili Ketua Rw 1 Ali Mashudi dan Ketua Rt 5 Mu Adz Ali melakukan patroli.
"Kami patroli untuk memberikan imbauan kepada warga untuk tetap tenang dan waspada," ujar Bayu kepada Tribunjateng.com, Selasa (2/6/2020).
Bayu mengungkapkan, menanggapi munculnya hewan liar berupa lutung di sendangguwo terutama di wilayah Rw 1, pihaknya sudah berkoordinasi dengan warga.
Tidak hanya patroli di siang hari melainkan juga pada malam hari.
"Kami bersama warga meningkatkan siskamling pada malam hari untuk mengantisipasi jika lutung itu turun ke pemukiman warga," ungkapnya.
Menurutnya, sudah melaporkan ke pihak terkait yakni ke BPBD Kota Semarang terkait ada hewan liar tersebut.
Kendati sejauh ini belum membuahkan hasil.
"Sejauh ini belum ada warga setempat yang mengakui lutung tersebut sebagai peliharaannya sehingga kami anggap hewan itu liar," bebernya.
Dijelaskan Bayu, berdasarkan laporan warga lutung itu masih berkeliaran di pemukiman.
Ini dibuktikan dengan keterangan warga yang masih mendengar suara aneh pada malam hari menyerupai suara lutung.
Apalagi kebun di sekitar warga masih dipenuhi pohon-pohon dengan ketinggian 10 hingga 20 meter sehingga bisa menjadi tempat yang tepat untuk sembunyi lutung.
Di sisi lain, Bayu takut ketika hewan itu lapar sehingga bisa sewaktu-waktu turun ke pemukiman warga.
Tentu hal itu dapat menggangu keselamatan warga.
"Kami meminta kepada pihak-pihak terkait untuk segera membantu mencari dan mengamankan lutung tersebut guna mencegah hal-hal yang tidak diingkan," jelasnya.
Bayu juga mengimbau kepada warga apabila melihat lutung itu kemudian akan melakukan penangkapan hendaknya ditangkap secara hidup-hidup.
"Lutung merupakan jenis hewan yang dilindungi undang-undang sehingga harus berhati-hati dalam penangannya.
Lebih baik laporkan saja ke kami agar dapat ditangani dengan semestinya," ungkapnya.
Sedangkan Ketua Rw 1 Ali Mashudi menjelaskan, lutung tersebut memiliki ciri-ciri hitam, gemuk, agresif dan memiliki tinggi badan setara anak usia tiga tahun.
Hewan itu sempat kepergok warga ketika berada di atap rumah seorang warga di Rt 5, Kamis (28/6/2020) sekira pukul 07.30 WIB.
Warga pun mengejar lutung tersebut sejauh 200 meter namun kehilangan jejak di kebun milik warga.
Lutung sempat merusak atap rumah warga sehingga menimbulkan keresahan warga.
"Mereka menjadi khawatir dan takut lantaran lutung bisa mengancam keselamatan mereka.
Terutama ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil," ungkapnya.
Sudah Semingguan
Warga Kelurahan Sendangguwo Kecamatan Tembalang resah lantaran hampir seminggu ini dihebohkan kehadiran seekor lutung di wilayah pemukiman mereka.
Satu warga Rt 5 Rw 1 Sendangguwo Giyanto menuturkan, sempat melihat lutung tersebut pada Kamis (28/5/2020) pagi.
"Lutung itu berada di atap rumah milik Bapak Adis, hewan itu sempat merusak atap rumahnya hingga beberapa genteng jatuh berserakan," ujarnya kepada Tribunjateng.com.
Giyanto menjelaskan, sempat mengejar lutung tersebut sejauh 200 meter.
Lutung itu pun lari ketika diburu warga.
Hewan yang dilindungi tersebut berlari di tanah melewati pemukiman warga.
"Kami kehilangan jejak saat memasuki kebun milik warga yang rimbun sehingga lutung itu entah hilang kemana," terangnya.
Ciri-ciri lutung, ucap Giyanto, memiliki ciri-ciri tinggi seukuran anak tiga tahun berwarna hitam.
"Kami saat ini tidak tahu keberadaan lutung itu tetapi kami yakin masih ada di sekitar sini," bebernya.
Sementara warga lain, Nur Hidayah mengaku resah sejak kehadiran lutung di lingkungannya.
Pasalnya takut hewan itu akan menyerang dirinya maupun anaknya ketika beraktifitas di luar rumah.
Terutama keluar rumah pada malam hari.
"Jadi saya pesan ke anak jangan main ke kebun belakang rumah.
Saya juga selalu menutup pintu rumah.
Takut lutung kalau lapar terus ke pemukiman cari makan ke rumah warga," katanya.
Hidayah juga mengaku sempat mendengar suara aneh seperti suara lutung dari arah kebun pada malam hari kemarin, Senin (1/6/2020).
"Bikin takut kalau malam hari, jadi was-was," tandasnya. (iwn)
• Katalog Promo Indomaret dan Alfamart 3 Juni 2020, Diskon dan Promo Lengkapnya
• Api Muncul dari Dalam Pos Polisi di Jalan Jenderal Sudirman Semarang
• Penampakan Pocong Gegerkan Warga Purbalingga, Polisi hingga Ahli Spiritual Ikut Memburu
• Daniel Mananta Akui Kebodohannya saat Berpacaran dengan Marissa Nasution: Dia Adalah Trofi Gue
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-sendangguwo-menunjukan-atap-rumah-warga-yang-rusak.jpg)