Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Apakah Antibiotik Bisa Digunakan untuk Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasan WHO

Apakah antibiotik efektif mencegah dan mengobati cirus corona baru? WHO mengatakan jika antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri.

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
net
Apakah Antibiotik Bisa Digunakan untuk Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasan WHO 

Apakah Antibiotik Bisa Digunakan untuk Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasan WHO

TRIBUNJATENG.COM-Dari berbagai pertanyaan yang terangkum dalam laman www.covid-19.go.id, banyak masyarakat yang menanyakan soal kemampuan antibiotik dalam membunuh Virus Corona.

"Apakah antibiotik efektif mencegah dan mengobati cirus corona baru?" demikian adalah pertanyaan populer.

Dilansir dari laman www.covid-19.go.id, WHO mengatakan jika antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri.

"Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Virus corona baru adalah virus dan oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan untuk pencegahan ataupun pengobatan. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri," terang WHO.

Pertanyaan populer selanjutnya adalah soal kemampuan lampu ultraviolet membunuh Vius Corona jenis covid-19.

Viral Dewi Soekarno Ultah ke-80 Tahun, Wajah Awet Muda, Joget Dangdutan Lincah Banget

Cuma Bayar Dancer Video Klip Rp 200 Ribu, Kekeyi Dijauhi Sahabat-sahabatnya

Kronologi Maling Indomaret Gayamsari Penampilan Borjuis: Pakai Pomade, Arloji dan Sepatu Pantofel

HEBOH! Oknum 2 ASN Dinas Pendidikan Pingsan Ditemukan Hanya Bercelana Dalam dalam Mobil

Seperti yang diketahui, pada tahun 2018, peneliti dari Columbia University Medical Center, Amerika Serikat mengembangkan lampu ultraviolet (UV) yang bisa mencegah penyebaran virus flu di tempat umum.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Scientific Reports tersebut, sinar ultraviolet dapat membunuh virus flu di udara tanpa menyakiti manusia.

"Kita telah lama tahu bahwa sinar UV sangat efisien dalam membunuh mikroba, bakteri, dan virus," ungkap David Brenner, pemimpin penelitian ini dikutip dari Time, Jumat (09/02/2018).

Oleh karena itu, perangkat UV sering digunakan untuk sterilisasi. Misalnya saja peralatan medis di rumah sakit atau air minum saat berkemah di pedalaman.

Meski begitu, tim ini mengetahui bahwa lampu pembunuh kuman konvensional tidak aman bagi manusia di sekitarnya. Saat melakukan kontak terlalu lama dengan lampu kuman, manusia bisa terkena kanker kulit dan katarak.

"Jadi sampai sekarang, lampu pembunuh kuman ini hanya beroperasi saat tidak ada manusia di sekitarnya," ujar Brenner.

Namun apakah lampu ultraviolet ini bisa membunuh virus covid-19?

Dilansir dari laman www.covid-19.go.id, WHO tidak membantah juga tidak mengiyakan.

Organisasi Kesehatan Dunia itu tidak menyarankan penggunaan lampu UV.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved