Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rob di Tegal

Banjir Rob Tegal, 7 Warung di Pantai Pulau Komodo Rusak

Air pasang atau rob yang terjadi di Kota Tegal dalam sepekan terakhir, menyebabkan beberapa objek wisata di kawasan Pantai Martoloyo, Kelurahan Panggu

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Air pasang atau rob yang terjadi di Kota Tegal dalam sepekan terakhir, menyebabkan beberapa objek wisata di kawasan Pantai Martoloyo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, mengalami kerusakan.

Ada tiga objek wisata di kawasan Pantai Martoloyo, yaitu Pantai Batamsari, Pantai Pulau Komodo, dan Pantai Pulau Kodok.

Seorang pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pantai Pulau Komodo, Teguh Sapari (45) mengatakan, empat hari yang lalu rob terjadi cukup besar.

Heli Jatuh di Kendal, Saksi Mata: Suara Korban Minta Tolong Bersahutan dari Segala Arah

UPDATE, Jenazah Korban Heli Jatuh di Kendal Dibawa ke RS Bhayangkara Semarang

KISAH PILU, Suaminya Batal Haji karena Meninggal, Kini Tumirah Batal Haji karena Corona

BREAKING NEWS: Pasar Karangayu Semarang Ditutup Tiga Hari setelah 3 Pedagang Positif Corona

Air menggenangi warung hingga naik ke jalan akses lalu- lalang pantai.

Menurut Teguh, ketinggian air sekira 20 centimeter hingga 30 centimeter.

Ia mengatakan, rob terparah terjadi sejak Senin (1/6/2020) hingga Kamis (4/6/2020).

"Rob biasanya mulai pukul 15.00 WIB sampai 20.00. Semua tersendat. Apalagi akses jalan tidak bisa dilalui," kata Teguh kepada tribunjateng.com, Sabtu (6/6/2020).

Teguh mengatakan, akibat dari rob tersebut ada satu lokasi toilet dan tujuh warung di Pantai Pulau Komodo yang mengalami kerusakan.

Dua dari warung tersebut mengalami kerusakan total.

Namun menurutnya, warga secara bergotong royong kemudian memperbaiki warung yang rusak.

Ia memperkirakan, kerugian kerusakan satu warung mencapai Rp 20 juta.

"Ya kita bareng- bareng kerjasama untuk gotong royong. Jika ada kerusakan tidak mengandalkan pemerintah. Itu kan siklus tahunan," ungkapnya.

Meski demikian, Teguh berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperpanjang pemecah gelombang atau groin.

Setahu Teguh, saat ini sudah ada 54 titik pemecah gelombang yang ada di Kelurahan Panggung.

Ia mengusulkan, pemerintah bisa memperpanjang masing- masing pemecah gelombang sepanjang 50 meter.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved