Berita Kudus
Hartopo Optimistis Pelaksanaan New Normal di Kudus Berjalan Lancar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus optimistis pelaksanaan New Normal akan berjalan lancar pada hari Senin (8/6/2020) besok.
Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus optimistis pelaksanaan New Normal akan berjalan lancar pada hari Senin (8/6/2020) besok.
Plt Bupati Kudus, HM Hartopo menjelaskan, simulasi tahap pertama Makam Sunan Muria akan dimulai pekan depan mulai tanggal 8-14 Juni 2020.
Pembukaan obyek wisata itu tidak akan menjadi persoalan jika para peziarah yang datang menaati seluruh protokol kesehatan.
• BREAKING NEWS: Pasar Karangayu Ditutup Tiga Hari setelah 3 Pedagang Positif Corona
• Ular Piton 2,5 Meter Gemparkan Warga Perum Tanjung Purwokerto, Awalnya Dikira Sarang Burung
• Helikopter MI 17 Pernah Jatuh di Malinau dan Papua Sebelum Kecelakaan di Kendal
• Helikopter MI 17 Pernah Jatuh di Malinau dan Papua Sebelum Kecelakaan di Kendal
"Saya optimistis New Normal di Kabupaten Kudus dapat berjalan baik. Asalkan para peziara menaati protoko kesehatan," ujarnya, Sabtu (6/6/2020).
Hartopo telah melakukan kunjungan dan pengecekan secara langsung pada tanggal 3 Juni 2020 bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda)
Hasilnya tempat ziarah yang berada di atas Gunung Muria dinilai sudah menyiapkan protokol kesehatan.
Di antaranya tempat cuci tangan, alat pengukur suhu para peziarah, dan penerapan social distancing.
"Namun untuk sementara waktu hanya peziarah lokal yang dipersilakan untuk datang. Sedangkan peziarah dari luar harus memesan lewat daring," ujarnya.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrika menjelaskan, dua lokasi wisata yang akan dibuka yakni Makam Sunan Muria dan Taman Sardi mulai pekan depan.
Pembukaan dua tempat wisata itu akan berlangsung dalam sepekan untuk uji coba simulasi.
"Dua tempat itu akan dibuka dan diutamakan pengunjungnya berasal dari dari dalam Kabupaten Kudus," jelas dia.
Menurutnya, pengelola tempat wisata harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk mencegah covid-19.
"Di depan pintu masuk harus ada cuci tangan dan sabunnya, serta alat pengukur suhu," ujar dia.
Selain itu, untuk mencegah terjadinya kerumunan. Maka akan dibuat jalur masuk dan keluar yang berbeda.
Sehingga jalurnya berbeda, antara pengunjung yang masuk dan keluar tidak akan berpapasan satu sama lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/plt-bupati-kudus-hartopo-5.jpg)