Berita Kebumen
Sektor Pariwisata Lumpuh Pengaruhi Pendapatan Pemkab Kebumen
Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan menutup seluruh objek wisata yang dikelola Pemkab sejak pertengahan Maret 2020 lalu.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -Target pendapatan daerah Kabupaten Kebumen dari sektor pariwisata sulit tercapai menyusul pandemi virus corona yang berlarut-larut.
Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan menutup seluruh objek wisata yang dikelola Pemkab sejak pertengahan Maret 2020 lalu.
Langkah itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
• Sule Kenang Sosok Ayahanda yang Galak, Pernah Disiksa Karena Ketahuan Mabok
• Ini Deretan Pesaing Samsung Galaxy M11, dari Xiaomi hingga Vivo Y17
• BREAKING NEWS: Heli Penerbad Jatuh di KIK Kaliwungu Kendal
• Penyebar Isu Pocong Purbalingga Tertangkap, Alasannya hanya Iseng
Tapi hingga memasuki bulan ke empat sejak awal penutupan ini, objek wisata Kebumen belum juga dibuka.
Selama penutupan itu, Pemkab otomatis tak menerima pemasukan dari retribusi wisata.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kebumen Azam Fatoni mengatakan, mulai Januari hingga 15 Maret 2020, Pemkab Kebumen masih menerima pendapatan dari sektor pariwisata sebesar Rp 1,3 miiliar.
Tapi pada tanggal berikutnya hingga sekarang, tiada lagi pemasukan dari 9 objek wisata yang dikelola pemerintah lantaran ditutup.
"Sejak ditutup ya otomatis tidak ada pemasukan," katanya.
Azam mengatakan, pihaknya sebenarnya menarget Rp 10,8 miliar pendapatan masuk ke kas daerah tahun ini dari sektor pariwisata.
Tetapi target itu jelas tak akan tercapai menyusul adanya wabah korona yang melumpuhkan banyak sektor kehidupan, termasuk pariwisata.
Tahun 2019 lalu, Pemkab bisa meraup pendapatan dari sektor pariwisata sebesar Rp 8,7 miliar.
Tetapi ada sedikit angin segar jika nanti pariwisata Kebumen dibuka kembali saat memasuki era new normal.
Sektor pariwisata akan kembali hidup hingga pendapatan daerah dari sektor pariwisata kembali mengalir.
"Jika simulasi di Bulan Agustus, terus September dibuka, maka kita akan dapat Rp 3,5 miliaran,"katanya
Azam mengatakan, ada tiga masa puncak keramaian pariwisata, yakni pekan lebaran, akhir tahun atau pergantian tahun baru, serta liburan sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bukit-hud-kebumen.jpg)