Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kebumen

Sektor Pariwisata Lumpuh Pengaruhi Pendapatan Pemkab Kebumen

Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan menutup seluruh objek wisata yang dikelola Pemkab sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Pengunjung berfoto di spot selfie kupu-kupu berlatar samudera Hindia di Bukit Hud Karangbolong Kebumen 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -Target pendapatan daerah Kabupaten Kebumen dari sektor pariwisata sulit tercapai menyusul pandemi virus corona yang berlarut-larut. 

Pemerintah Kabupaten Kebumen memutuskan menutup seluruh objek wisata yang dikelola Pemkab sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

Langkah itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

Sule Kenang Sosok Ayahanda yang Galak, Pernah Disiksa Karena Ketahuan Mabok

Ini Deretan Pesaing Samsung Galaxy M11, dari Xiaomi hingga Vivo Y17

BREAKING NEWS: Heli Penerbad Jatuh di KIK Kaliwungu Kendal

Penyebar Isu Pocong Purbalingga Tertangkap, Alasannya hanya Iseng 

Tapi hingga memasuki bulan ke empat sejak awal penutupan ini, objek wisata Kebumen belum juga dibuka. 

Selama penutupan itu, Pemkab otomatis tak menerima pemasukan dari retribusi wisata.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kebumen Azam Fatoni mengatakan, mulai Januari hingga 15 Maret 2020, Pemkab Kebumen masih menerima pendapatan dari sektor pariwisata sebesar Rp 1,3 miiliar. 

Tapi pada tanggal berikutnya hingga sekarang, tiada lagi pemasukan dari 9 objek wisata yang dikelola pemerintah lantaran ditutup. 

"Sejak ditutup ya otomatis tidak ada pemasukan," katanya.

Azam mengatakan, pihaknya sebenarnya menarget Rp 10,8 miliar pendapatan masuk ke kas daerah tahun ini dari sektor pariwisata.

Tetapi target itu jelas tak akan tercapai menyusul adanya wabah korona yang melumpuhkan banyak sektor kehidupan, termasuk pariwisata. 

Tahun 2019 lalu, Pemkab bisa meraup pendapatan dari sektor pariwisata sebesar Rp 8,7 miliar.

Tetapi ada sedikit angin segar jika nanti pariwisata Kebumen dibuka kembali saat memasuki era new normal.

Sektor pariwisata akan kembali hidup hingga pendapatan daerah dari sektor pariwisata kembali mengalir. 

"Jika simulasi di Bulan Agustus, terus September dibuka, maka kita akan dapat Rp 3,5 miliaran,"katanya

Azam mengatakan, ada tiga masa puncak keramaian pariwisata, yakni pekan lebaran, akhir tahun atau pergantian tahun baru, serta liburan sekolah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved