Pilwakot Semarang

Jumlah TPS Diprediksi Bertambah, KPU Kota Semarang Pastikan Tak Ada Kendala Anggaran Pilwakot

Jumlah TPS Diprediksi Bertambah, KPU Kota Semarang Pastikan Tak Ada Kendala Anggaran Pilwakot

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pilkada serentak rencananya akan dilakukan pada 9 Desember 2020.

Terkait hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang tentang anggaran penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang lantaran adanya beberapa perubahan regulasi penyelenggaraan Pilkada Serentak tersebut.

Satu diantara sejumlah regulasi yang mengalami perubahan yakni daya tampung tempat pemungutan suara (TPS).

Budhi Sarwono Klaim Virus Corona Tak Hambat Pembangunan Infrastruktur di Banjarnegara

Promo Superindo Hari Kerja 8-11 Juni 2020, Diskon Buah hingga 45 Persen, Berikut Daftar Lengkapnya

Sesunggukan, Dorce Gamalama Beberkan Alasan Minta Kerja ke Raffi Ahmad dan Gigi: Aku Enggak Miskin

Kasus Covid-19 di Jateng Masih Tinggi, Ini Langkah Sederhana untuk Cegah Penularan Virus Corona

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, sesuai regulasi lama satu TPS memuat 800 pemilih, sedangkan rencana yang baru satu TPS maksimal memuat 500 pemilih.

KPU akhirnya melakukan regrouping TPS. Jumlah TPS pun diprediksi akan bertambah menjadi 3.619 TPS dari sebelumnya 3.000 TPS.

"Itu baru rencana. Nanti ada proses pencocokan dan penelitian (coklit). Dari situ akan ketahuan apakah benar dibutuhkan 3.619. Kalau lebih sepertinya tidak," terang Nanda, sapaan akrabnya, Selasa (9/6/2020).

Adanya penambahan TPS, lanjut Nanda, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) pun akan bertambah. Namun, rekrutmen KPPS baru akan dilakukan satu bulan sebelum masa penyelenggaraan pencoblosan.

Selain itu, setiap TPS nanti juga harus menerapkan protokol kesehatan. Karena itu, anggaran penyelenggaraan Pilwakot dimungkinkan akan bertambah.

KPU sudah melakukan optmimalisasi anggaran dari berbagai kegiatan yang diubah metodenya selama masa pandemi.

"Dari hasil optimalisasi anggaran, kalau menambah TPS saja alhamdulillah cukup (anggarannya). Tinggal yang selanjutnya adalah bagaimana nanti pemenuhan protokol kesehatan dalam tahapan nanti. Kami sudah ketemu dengan Pak Wali Kota untuk menyampaikan hal itu," paparnya.

Hingga saat ini, Nanda masih menunggu aturan dari KPU RI terkait protokol kesehatan yang harus diterapkan pada pilkada serentak nanti.

"Detial-detailnya seperti apa, apakah langsung disesuaikan saja dengan gugus tugas wilayah atau bagaimana, kami masih menunggu aturan," tambahnya.

Dia menegaskan, apapun yang menjadi aturan dan keputusan KPU RI, pihaknya siap melaksanakan pilkada dan secara anggaran tidak terkendala.

Begitu regulasi dan informasi dari KPU RI turun bahwa pilkada serentak akan dilaksanakan 9 Desember mendatang, menurutnya, tahapan pertama yang akan dilakukan KPU Kota Semarang yakni mencabut surat edaran penundaan tahapan.

Kemudian, pihaknya akan mengaktifkan kembali panitia pemilihan kecamatan (PPK), melakukan pelantikan badan penyelenggara di tingkatan kelurahan, serta melakukan pembentukan pemutakhiran data pemilih. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved