Berita Kabupaten Semarang
Santri Mondok di Kab Semarang Harus Cek Kesehatan, yang dari Luar Daerah Bawa Surat Keterangan Sehat
Semetara bagi total 50 pengajar di ponpes tersebut, menurutnya protokol kesehatan juga diterapkan
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang sedang menggodok aturan new normal bagi santri yang mondok di pondok pesantren di Kabupaten Semarang.
Mereka semua diwajibkan cek kesehatan untuk menekan penyebaran corona di Kabupaten Semarang.
Pengasuh pondok pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang, KH Muhammad Hanif, mengatakan, penerapan protokol kesehatan bagi santri di ponpesnya meliputi pengecekan suhu, masker, dan harus membawa surat keterangan sehat bagi santri luar Kabupaten Semarang.
"Santri luar Kabupaten Semarang yang kembali mondok di sini, harus membawa surat keterangan sehat dari dokter atau puskesmas."
• Emosi Ibunya Menangis, Dini Hari Pemuda di Banyumas Ini Bawa Golok ke Rumah Korban, Membacoknya
• Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 15, Tayang di Trans TV Malam Ini Jam 21.00 WIB
• Terjadi Lagi, Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP Corona di Makassar, Barikade Polisi Kewalahan
• Gajah Tewas Tersengat Listrik Setelah Mengambil Mangga
"Lalu diwajibkan diantar orangtuanya langsung membawa kendaraan pribadi. Sampai di ponpes semua santri dicek suhu, dan melakukan karantina mandiri," jelasnya, Selasa (9/6/2020).
Menurutnya saat ini dari 330 santri yang mondok di ponpes tersebut, tersisa 25 santri saja yang berada di ponpes.
Mayoritas santri di ponpes tersebut dipulangkan di rumahnya sejak sebelum bulan puasa.
Untuk karantina mandiri bagi santri luar daerah, pihaknya menyiapkan 8 ruangan ponpes.
"Per ruangan diisi maksimal tiga santri saja," papar dia.
Gelombang santri yang kembali ke ponpes tersebut, lanjut Muhammad Hanif, dimulai sejak Senin (8/6/2020) kemarin. Ia sudah menginstuksikan agar mereka semua kembali secara bertahap.
"Sehingga tempat karantina cukup bagi mereka yang melakukan karantina mandiri. Kepulangan bertahap sampai Bulan Agustus-September," jelas dia.
Semetara bagi total 50 pengajar di ponpes tersebut, menurutnya protokol kesehatan juga diterapkan.
"Artinya agar pondok pesantren juga terbebas dari wabah corona," jelas dia.
Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, menambahkan, aturan new normal bagi santri luar daerah yang mondok di Kabupaten Semarang sedang digodok minggu ini.
Ia juga menginstuksikan Dinkes Kabupaten Semarang mengecek lingkungan ponpes di Kabupaten Semarang serta memberikan sosialisasi terkait tata kehidupan baru menggunakan standar protokol kesehatan.
"Sedang kami koordinasikan, tentunya kami akan memperlakukan hal sama yakni protokol kesehatan standar yang diberikan sebelum masuk ponpes," jelas dia. (Ahm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/santri-ponpes-gontor-yang-p-semarang-beberapa-waktu-lalu.jpg)