Berita Jateng
Menteri Basuki: Pengembangan Candi Borobudur Magelang Tak Tersentuh Penghematan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sejumlah pembangunan di masa pandemi virus corona Covid-19 ini.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sejumlah pembangunan di masa pandemi virus corona Covid-19 ini.
Dari anggaran Rp 120 triliun di kementerian, sebanyak Rp 44 triliun digunakan untuk prioritas penanganan Covid-19.
Namun, Kementerian PUPR memiliki prioritas empat program pembangunan dari recofusing anggaran selama masa pandemi ini.
• Menteri Erick Thohir Angkat Polisi Penangkap Tommy Soeharto Jadi Komisaris PT Bukit Asam
• Mesum di Semak Sekolah: Pasangan ABG Ini Paksa Meneruskan Aksinya Lalu Diperkosa di Depan Pacarnya
• Pencairan Insentif Kartu Pra Kerja Lamban, Fitur Ganti Rekening Bermasalah, Ini Jawaban Admin
• BMKG Stasiun Maritim Semarang Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Hingga Dua Hari ke Depan
Prioritas pertama dari refocusing tersebut, yakni program padat karya.
"Kalau yang prioritasnya kan untuk mengatasi pandemi makanya dipotong Rp 44 triliun."
"Yang di PU ini prioritasnya padat karya, kami punya Rp 11,6 triliun untuk padat karya baik di irigasi, jalan, perumahan, air minum, sanitasi," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat di Semarang, Kamis (11/6/2020).
Program padat karya itu setidaknya dapat menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari 605 ribu pekerja selama tiga bulan.
Saat ini, padat karya sudah mulai jalan, dengan progres 15 persen.
Kemudian, prioritas kedua yakni pengembangan lima destinasi wisata super prioritas: Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.
Pemerintah meyakini pariwisata jadi sektor yang paling cepat pulih setelah pandemi selesai.
"Lima destinasi super prioritas itu tidak tersentuh penghematan, jalan terus."
"Ini juga untuk antisipasi setelah pandemi selesai, yang paling cepat rebound di pariwisata," ujarnya.
Prioritas selanjutnya yakni menghentikan proyek reguler yang menggunakan alat berat.
Pekerjaan tersebut dialihkan ke program padat karya.
Misalnya, pekerjaan reguler proyek irigasi Indramayu yang dialihkan ke padat karya selama tiga bulan.
Anggaran di proyek ini sekitar Rp 600 miliar dengan menambah 78 ribu tenaga kerja.
"Alat berat kami pinggirkan dulu."
"Lalu diganti dengan orang selama 2-3 bulan," tandasnya.
Prioritas selanjutnya yakni pembangunan food estate untuk mengembangkan sawah di Kalimantan Tengah.
Basuki menuturkan Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pengembangan sawah dipersiapkan untuk menghadapi krisis pangan serta kekeringan.
Di Kalteng itu ada lahan bekas seluas 1 juta hektare, dengan luasan 164 ribu hektare yang bukan gambut.
Sedangkan 85 ribu hektare masih berupa sawah karena sudah setiap tahun itu dikerjakan, tinggal memperbaiki sedikit jaringan irigasinya.
Kemudian, seluas 79 ribu hektare lahan sudah menyemak belukar tapi masih berupa sawah jadi tidak perlu sawah baru, tinggal membersihkannya.
"Kami harus menyiapkan itu. Lahan yang disiapkan untuk Food Estate ini bukan lahan gambut melainkan jenisnya aluvial," tegasnya.
Meski terjadi refocusing pada 4 prioritas pembangunan ini, ia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak membatalkan program pembangunan, hanya saja ditunda.
(mam)
• Rizky Kinos: Dulu Nycta Gina Itu Selingkuhan Gue
• Warga Tak Mampu Beli Beras Bisa Minta Bantuan Langsung ACT Jateng Lewat Nomor Whatsapp 087714440300
• Marak Baliho Disinyalir Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu Sragen
• Video Ekspor Hasil Industri Kakao Batang Tertunda Karena Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-pupr-basuki-hadimuljono-di-semarang.jpg)