Donor Darah
Masa Pandemi Corona Bolehkah Berdonor Darah? Ini Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Semarang
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang meminta masyarakat tak takut berdonor darah di tengah pandemi corona.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang meminta masyarakat tak takut berdonor darah di tengah pandemi corona.
Apalagi, saat ini, stok darah di PMI tergolong kurang, terutama untuk golongan darah A, B, 0.
"Warga mengira, berdonor darah saat pandemi seperti sekarang bisa terkena corona. Padahal, kalau dilakukan sesuai SOP yang berlaku, penularan itu bisa dicegah," kata Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Semarang Hendras Setiawan di Ungaran, Kamis (11/6).
Hendras mengatakan, setilap hari, pihaknya mendistribusikan lebih dari 1.200 kantong darah ke rumah sakit dan mereka yang membutuhkan.
Sementara, dalam sehari, rata-rata mereka hanya mendapatkan 40 kantong darah dari pendonor dan institusi atau kelompok warga rekanan.
Hendras berharap, warga kembali bergairah mendonorkan darah. Mereka bisa datang langsung ke PMI Kabupaten Semarang untuk proses lanjutan.
Dikatakannya, stok aman kantong darah di PMI Kabupaten Semarang sekitar 20 kantong per golongan darah.
"Terutama, untuk golongan darah A, B, dan 0, yang seringkali diminta. Sementara, untuk golongan darah AB, memang sukar didapatkan," imbuh Hendras.
Guna menarik minat warga berdonor, pihaknya sering membagikan agenda kegiatan donor darah lewat media sosial maupun Whatsapp group.
Untuk membatasi adanya kerumunan, Hendras membatasi kegiatan hanya diikuti 40 peserta.
"Seperti halnya tanggal 16 Juni 2020 besok, kami ada donor darah di 16 desa di Kecamatan Bringin.
Kami meminta dipecah delapan desa di tanggal 16 dan delapan desa lainnya di tanggal 23 Juni. Per desa mengirimkan 15 warganya untuk berdonor lewat sistem antrean," imbuh dia.
Humas Unit Donor Darah PMI Kabupaten Semarang Dafik Soleq menambahkan, saat ini, stok golongan darah A di tempatnya tersisa tiga kantong.
Sementara, untuk golongan darah B tersisa empat kantong, dan untuk golongan darah AB maupun 0, masing-masing masih ada tujuh kantong.
"Kondisi saat ini tetap kekurangan tapi masih terkendali. Harapannya, masyarakat mau donor darah," ujar Davik. (ahm)
• KABAR TERKINI Penerimaan Siswa Didik Baru SD-SMP di Kabupaten Kendal, Inilah Lengkapnya
• Ganjar Pranowo Minta Petugas Keliling untuk Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar
• TAHUKAN ANDA Baobab, Pohon Tertua di Afrika yang Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim
• Misteri Tragedi Satu Keluarga Tewas Mengenaskan, Warga Sempat Dengar Suara Cekcok Suami Istri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-mahasiswa-uksw-salatiga-saat-mengikuti-kegiatan-donor-darah-jumat-562020.jpg)