Berita Salatiga
Penerima PKH Salatiga Tergiur BST Rp 600 ribu tiap Bulan
Penerima program keluarga harapan ( PKH) di Salatiga banyak yang tergiur beralih ke bantuan sosial tunai (BST).
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Penerima program keluarga harapan ( PKH) di Salatiga banyak yang tergiur beralih ke bantuan sosial tunai (BST).
Padahal, BST merupakan program temporer yang diberikan bagi warga terdampak Covid-19.
Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga Rochadi mengatakan, BST sebesar Rp 600.000 per bulan menjadikan banyak penerima program bantuan lain ingin mendapatkannya.
• Isi Pesan 3 Status Whatsapp Viral Video Ibu Cekik Bayinya Agar Dibaca Pacar
• Viral Ibu Cekik Bayinya Berusia 8 Hari, Videonya Dipasang di Status Whatsapp Agar Dilihat Sang Pacar
• Akal Bulus Hadi Guru SMP Bergaya Fotografer Perdayai 25 Wanita Foto Tanpa Busana dan Disetubuhi
• Ariyanto Pria Tulen Dinyatakan Reaktif Hamil oleh Tim Medis Karantina Seusai Ikut Rapid Test Corona
"Warga banyak yang ingin beralih dari Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) ke BST," jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/6/2020).
Menurutnya, warga yang ingin menerima BST tersebut menilai, yang diterima lebih besar dibanding BPNT atau PKH.
Untuk BPNT sebesar Rp 200.000 dan PKH maksimal Rp 2 juta dengan penerimaan per item.
"Kami sudah memberikan penjelasan BST itu hanya temporer selama tiga bulan."
"Untuk wacana perpanjangan hingga Desember, belum ada keputusan."
"Kami berharap, masyarakat menerima bantuan dari pemerintah dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu," papar Rochadi.
Dia menuturkan, sejak pandemi corona ini menyebabkan semua masyarakat terdampak.
Sehingga, orientasi pemberian bantuan adalah pemerataan.
"Tidak ada penerima manfaat yang dobel dalam menerima bantuan," kata Rochadi.
Di Salatiga, jumlah warga miskin mengalami kenaikan akibat Covid-19.
Hal tersebut disebabkan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perusahaan mengalami penurunan produksi.
Berdasarkan data pada Februari 2020, warga miskin tercatat ada 13.177 orang namun saat ini meningkat menjadi 15.083 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/antre-bst-semarang-5.jpg)