Breaking News:

Berita Semarang

Polimarin Semarang Akan Tiru Model Pendidikan Vokasi di Jerman

Sejumlah kampus terus menyiapkan diri untuk melakukan revitalisasi pendidikan vokasi.

IST
Sejumlah staf dari sekolah tinggi angkatan laut mengikuti Webinar bertema "Sinergisitas Pendidikan Vokasi Unnggul dengan Dunia Usaha Menjadikan Politeknik Kelas Dunia" yang digelar beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah kampus terus menyiapkan diri untuk melakukan revitalisasi pendidikan vokasi.

Di mana revitalisasi pendidikan vokasi diartikan lebih pada menyiapkan tenaga kerja berdaya saing, terampil, bermutu, serta relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Hal itu dilakukan untuk mengubah mainset bahwa perguruan tinggi vokasi bukanlah perguruan tinggi kelas dua.

Jordi Onsu Minta Polemik Ayam Geprek Bensu Dengan Benny Sujono Diselesaikan Damai

Viral Saat Polisi Evakuasi Ayla Kecelakaan di Jurang, Ditemukan Mayat Wanita di Dalam Datsun Silver

Pencairan Insentif Kartu Pra Kerja Lamban, Fitur Ganti Rekening Bermasalah, Ini Jawaban Admin

Bus Tujuan Jakarta di Terminal Tegal Sudah Aktif, Per Hari Bisa sampai 30 Penumpang

Diterangkan Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Sri Tutie Rahayu, perguruan tinggi vokasi adalah perguruan tinggi ilmu terapan, dan betul-betul mempersiapkan mahasiswanya siap bekerja.

"Kesiapan mahasiswa bekerja sudah dilakukan dengan pembekalan yang dilakukan perguruan tinggi vokasi ketika magang di industri, yang dikenal dengan istilah Dunia Usaha Dan Industri (DUDI)," paparnya, Minggu (14/6/2020).

Dilanjutkannya, konsep DUDI juga terlah dibahas dalam acara Webinar dengan tema "Sinergisitas Pendidikan Vokasi Unnggul dengan Dunia Usaha Menjadikan Politeknik Kelas Dunia", beberapa waktu lalu.

"Pembahasan konsep DUDI juga disambut baik oleh Drijen Vokasi. Bahkan Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDVNI), juga menyamakan visi untuk mengembangkan politeknik menjadi kelas dunia, serta lulusan menjadi SDM unggul sesuai bidang keilmuan," paparnya.

Tutie menuruturkan, guna mewujudkan hal tersebut, perlu dibangun komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya kementerian terkait untuk mendorong dan memfasilitasi terwujudnya link and match pendidikan dengan industri.

"Saya sepakat dengan pandapat saat diselengarakan Webinar beberapa waktu lalu, di mana kerja sama dan dukungan dari industri menjadi faktor penting terselenggaranya pendidikan tinggi vokasi yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Ditambahkannya, untuk mensukseskan konsep DUDI, dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, model pendidikan vokasi di Jerman dapat dijadikan sebagai Benchmark.

"Di Jerman kampus vokasi memiliki hubungan erat dengan berbagai industri.

Vokasi juga digunakan untuk melatih penduduk pendatang memastikan kesesuaian ketrampilan mereka dengan kebutuhan industri.

Dengan melakukan benchmark, banyak hal bisa dilakukan untuk evaluasi dan untuk perbaikan kualias dengan mengacu kepada best practices.

Untuk itu diperlukan komitmen semua pihak dalam proses-proses perbaikan demi peningkatan kualitas pendidikan," tambahnya. (bud)

Stok Darah PMI Kota Semarang Minggu 14 Juni 2020, Subtotal 2 Komponen Darah Menipis

Pilkada Serentak di Jateng, Jumlah Pemilih Dibatasi 500 Orang Tiap TPS

Bus Tujuan Jakarta di Terminal Tegal Sudah Aktif, Per Hari Bisa sampai 30 Penumpang

KPU Jateng Sebut e-Voting Tak Bisa Diterapkan pada Pilkada 2020

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved