Breaking News:

Berita Kudus

Ada Penyemprot Disinfektan Otomatis, Desa Rendeng Menang Lomba Kampung Tangguh Nusantara Candi

Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus terpilih sebagai juara pertama dalam lomba Kampung Tangguh Nusantara Candi.

Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Desa Rendeng Kudus terpilih sebagai juara pertama dalam lomba Kampung Tangguh Nusantara Candi. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus terpilih sebagai juara pertama dalam lomba Kampung Tangguh Nusantara Candi.

Sedikitnya ada 50 desa yang ikut serta dalam kompetisi tersebut, dan dimenangkan Desa Rendeng juara pertama, Desa Medini juara kedua, dan Desa Barongan juara ketiga.

Saat masuk ke lingkunan desa, sudah ada petugas yang menunggu di depan pintu masuk untuk mengukur suhu dan mencuci tangan menggunakan cairan pembersih.

‎Kemudian setiap pejalan kaki atau pengendara yang melintasi pintu masuk akan disemprot menggunakan cairan disinfektan.

Alat penyemprot dipasang sensor gerak, sehingga hanya menyemprotkan disinfektan saat ada yang melintas.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengapresiasi masyarakat yang terlibat untuk menciptakan kampung tangguh.

‎"Status kampung tangguh ini jangan membuat terlena, yang penting adalah menjaganya agar tetap terus berjalan," ujarnya, Senin (15/6/2020).

Dia mengatakan, keberadaan kampung tangguh itu bisa diikuti desa-desa yang lainnya. Pasalnya jumlah desa yang siap hanya 50 desa atau 35 persen dari total desa di Kudus.

‎"Saya ingin tentunya semua desa siap untuk memulai tatanan baru. Karena tidak mungkin hanya berada di rumah saja," ujar dia.

Kapolres Kudus, AKBP Catur Gatot Efendi menatakan, kampung tangguh tersebut dapat memotivasi masyarakat untuk mencegah terjadinya penularan covid-19.

"Keberadaan kampung tangguh bisa memutus mata rantai dan memantau semua yang ada di desa," kata dia.

‎Penilaian kampung tangguh itu meliputi kepedulian, kekompakan dan kelengkapan sarana prasarananya.

Dia berharap keberadaannya bisa dirasakan masyarakat dan mempunyai tanggung jawab yang tinggi karena akan menjadi contoh bagi desa yang lain.

"Jangan hanya seremonial saja, tetapi setelah itu tidak dilanjutkan lagi. Saya harapkan ini bisa berjalan terus," ucapnya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved