Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kemenag Kabupaten Semarang Pantau Protokol Kesehatan di Pondok Pesantren

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang pantau pelaksanaan protokol kesehatan di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Semarang.

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Kabag Kesra Setda Kabupaten Semarang HM Risun (kiri depan), dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Saefudin (kanan depan) saat rapat koordinasi kesiapan fasilitasi santri di Kantor Bupati Semarang, Senin (15/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang pantau pelaksanaan protokol kesehatan di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Semarang.

Hal itu untuk menekan penularan virus corona di kalangan santri.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Saefudin, menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang untuk penerapan protokol kesehatan tersebut.

Akal Bulus Hadi Guru SMP Bergaya Fotografer Perdayai 25 Wanita Foto Tanpa Busana dan Disetubuhi

Orangtua Mengira Menstruasi, Ternyata Siswi SMP Ini Baru Melahirkan dan Bayinya Dibuang ke Sawah

Ariyanto Pria Tulen Dinyatakan Reaktif Hamil oleh Tim Medis Karantina Seusai Ikut Rapid Test Corona

Alfian Siswa SMP Tewas Dililit Ular Piton Raksasa 7 Meter, 2 Teman Berusaha Bantu Lepas Tapi Gagal

"Protokol itu di antaranya menggunakan masker, cuci tangan, lalu santri luar daerah yang mondok di Kabupaten Semarang membawa surat sehat."

"Serta diantar langsung dengan orangtuanya menggunakan kendaraan pribadi," kata Saefudin, usai rapat koordinasi kesiapan fasilitasi santri di Kantor Bupati Semarang, Senin (15/6/2020).

Selain menggunakan kendaraan pribadi bagi santri luar kota yang mondok di pondok pesantren Kabupaten Semarang, Saefudin mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemkab Semarang untuk memfasilitasi santri dari Kabupaten Semarang yang meneruskan studi ke luar kota.

"Penyediaan transportasi itu bagi santri Kabupaten Semarang yang belajar di pondok pesantren di sejumlah tempat di Jawa Timur, Jogja, dan Jawa Tengah.

"Juga puskesmas bisa membantu menerbitkan kartu golongan darah secara gratis sebagai syaeat menerbitkan surat sehat yang dibutuhkan santri kembali ke ponpes luar kota," papar dia.

Perwakilan pengurus pondok pesantren Kabupaten Semarang, KH Zaenal Muttaqi, juga meminta Pemkab Semarang memberikan alat pelindung diri (APD) ke pengajar pondok pesantren.

Di Kabupaten Semarang menurutnya ada sebanyak 625 pengajar pondok pesantren yang memerlukan APD.

"Kami juga sudah berkoordinasi agar selama pandemi, para santri tak dijenguk oleh orang tua mereka," papar dia.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Semarang, HM Risun, menjelaskan, dari data Pemkab Semarang hingga saat ini ada sebanyak 3.055 santri asal Kabupaten Semarang yang belajar di pondok pesantren di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta.

Sementara ada sebanyak 8.072 santri asal luar daerah yang masuk ke Kabupaten Semarang dan mondok di 187 pondok pesantren yang tersebar.

"Untuk transportasi dan lain-lain kami sudah meminta mereka agar segera bersurat ke Bupati Semarang," jelasnya. (Ahm)

Mukjizat Tuhan, Andi Remaja Tambun Semarang Selamat Meski Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter

Tamu Undangan Curiga Lihat Tubuh Pengantin Pria Ada Payudara, Bikin Terbongkar Pernikahan Sama Jenis

Viral Jenazah PDP Corona Dimakamkan Tanpa Dikafani dan Memakai Popok, Ini Tanggapan RS

Persib Bandung Punya Zola-Beckham, Persija Jakarta Juga Punya Duo Adik-Kakak di Skuad Utama

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved