Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PKM Semarang

Pembukaan Ruas Jalan di Kota Semarang, Begini Pesan Kasatlantas Polrestabes

AKBP Yuswanto Ardi mengingatkan kepada warga Kota Semarang untuk tetap waspada pasca dibukanya ruas jalan di Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Seorang pengguna jalan dari arah Banyumanik kini bisa langsung melintasi jalan Ngesrep Timur V yang sebelumnya ditutup, Senin (15/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengingatkan kepada warga Kota Semarang untuk tetap waspada pasca dibukanya ruas jalan di Kota Semarang.

"Saya berpesan kepada warga Kota Semarang bahwa virus Corona belum dinyatakan hilang.

Untuk itu saya mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan lainnya," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (15/6/2020).

Akal Bulus Hadi Guru SMP Bergaya Fotografer Perdayai 25 Wanita Foto Tanpa Busana dan Disetubuhi

Orangtua Mengira Menstruasi, Ternyata Siswi SMP Ini Baru Melahirkan dan Bayinya Dibuang ke Sawah

Tamu Undangan Curiga Lihat Tubuh Pengantin Pria Ada Payudara, Bikin Terbongkar Pernikahan Sama Jenis

Cerita Erlina Menjerit saat Rumahnya Tertimpa Kursi Pelontar Pesawat Tempur TNI AU yang Jatuh

Dia menegaskan, pembukaan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya ditutup saat masa PKM Kota Semarang hasil dari kesepakatan forum pimpinan Kota Semarang yang dipimpin langsung oleh Walikota Semarang.

Hasil kesepakatan itu menyatakan pembukaan ruas jalan dimulai Senin hingga Kamis selama 24 jam.

Sementara khusus Jumat hingga Minggu jalan dibuka mulai pukul 06.00-21.00.

Dia menyebut setelah pembukaan ini akan dilakukan evaluasi apakah pembukaan akan terus berlanjut atau sebaliknya.

"Kami menunggu intruksi tim gugus tugas Covid-19 Kota Semarang karena mereka yang memiliki wewenang penyekatan pembatasan kegiatan masyarakat."

"Nanti evaluasi akan menyeluruh apakah ada pembukaan ruas jalan seperti sediakala yang disusul dengan pembukaan fasilitas umum lainnya," bebernya.

Ardi menambahkan, penutupan jalan hingga empat tahap saat masa PKM Kota Semarang dinilai efektif untuk mengurangi aktifitas warga Kota Semarang terutama di pusat kota.

"Sejauh ini saya nilai efektif lantaran terdapat penyekatan arus lalu lintas yang mengurangi ruang gerak warga yang diharapkan memutus rantai penyebaran virus corona," tandasnya.

Kata Walikota

Senin (15/6) Pemerintah Kota Semarang bersama Polrestabes Semarang mulai melonggarkan kebijakan pengalihan arus untuk membatasi kegiatan masyarakat, guna menekan penyebaran COVID-19.

Sejumlah ruas jalan yang semula ditutup pada masa pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) jilid 1 dan 2, saat ini telah mulai dibuka.

Petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama dengan Satlantas Polrestabes Semarang pun terlihat menyingkirkan pembatas jalan di sejumlah ruas sejak pagi hari.

Adapun ruas jalan yang semula ditutup dan kemudian telah kembali dibuka antara lain, Jalan Dr. Wahidin, Jalan Lamongan, Jalan Tanjung, Jalan Ngesrep Timur V, Jalan Sukun Raya, Jalan Supriyadi dan Jalan Lamper Tengah. Selain itu, beberapa jalan protokol seperti Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, Jalan Pahlawan dan Jalan Gajah Mada juga sudah difungsikan kembali.

Dengan adanya kebijakan pembukaan kembali ruas jalan yang semula ditutup, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap perekonomian di Ibu Kota Jawa Tengah dapat kembali berangsur pulih.

"Ya.. mulai Senin beberapa ruas jalan kita buka, supaya ekonominya mulai berkembang menuju lebih baik," aku Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu.

"Insya Allah perjalanan ke depan nanti, kalau kita bersepakat bisa berdisiplin, kemudian ekonomi bisa kita jalankan, ya Insya Allah bisa lebih baik," tuturnya.

Hendi sendiri sebelum ini juga sempat menyinggung niataannya untuk melakukan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat secara bertahap di Kota Semarang.

Pasalnya terkait New Normal, Kota Semarang telah dipersiapkan lebih awal, yaitu dengan menetapkan PKM yang esensinya hampir sama dengan New Normal untuk daerah yang memberlakukan PSBB.

Dimana sebelum melakukan kebijakan pembukaan ruas jalan, Hendi juga sudah lebih dulu mengeluarkan panduan kegiatan pada tempat ibadah, di tempat olah raga, juga peningkatan batasan jumlah warga dalam suatu kegiatan, yang semula 10 orang menjadi 30 orang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, untuk saat ini pembukaan jalan dilakukan sampai dengan hari Jumat.

"Guna menghindari keramaian dan kerumunan warga, pada akhir pekan mulai Jumat pukul 21.00 WIB hingga Senin pagi jam 06.00 WIB, ruas jalan kita tutup.

Dengan kata lain, pembukaan ruas jalan kita lakukan sampai Jumat," ujar Danang.(*)

Ariyanto Pria Tulen Dinyatakan Reaktif Hamil oleh Tim Medis Karantina Seusai Ikut Rapid Test Corona

Biodata Amanda Manopo, Aktris Cantik yang Dirumorkan Dekat dengan Billy Syahputra

Pasar Meteseh Ditutup Sementara karena Corona, Kini Delapan Pasar di Semarang Sudah Ditutup

Ini 3 Daerah di Jateng yang Masih Jadi Zona Merah Corona, Gubernur Ganjar Kirim Surat Khusus

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved