Berita Banjarnegara
Cara Jitu Bupati Banjarnegara Tangani Jalan Longsor, Budhi Sarwono: Permukaan Turun tapi Masih Bagus
Longsor bukan hanya mengancam pemukiman atau lahan pertanian, namun juga infrastruktur jalan
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kabupaten Banjarnegara terkenal sebagai daerah rawan pergerakan tanah.
Faktanya, sebagian besar wilayah itu memang rawan longsor.
Longsor bukan hanya mengancam pemukiman atau lahan pertanian, namun juga infrastruktur jalan.
• Sempat Menurun, Hari Ini Kasus Positif Virus Corona di Salatiga Bertambah 13 Orang
• 5 Kriteria Calon Kapolri Pengganti Idham Azis dari LPI: Nasionalis, Berani, Sejalan dengan Jokowi
• 1 Keluarga di Klaten Nekat Jemput Saudaranya di Semarang yang Positif Corona, Kini Berstatus OTG
• Remaja di Bekasi Meninggal Tersengat Listrik Saat Tiktok di Atap Rumah
Pemkab dituntut rajin memperbaiki jalan yang kerap rusak karena longsor.
Ini tentunya cukup menguras anggaran.
Ternyata tak mudah mengurus jalan yang tiap tahun dilanda pergerakan.
Selesai dibangun atau diperbaiki, jalan akan kembali ambles bahkan hilang terbawa longsor.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, jalan yang dibangun di atas tanah labil mesti mendapat penanganan khusus.
Ia menyampaikan, idealnya, penanganan jalan yang sering rusak karena longsor harus menggunakan tiang pancang.
Sehingga bangunan akan lebih kokoh dan tahan gerusan longsor.
Masalahnya, pekerjaan itu tidak mudah dilakukan.
Pihaknya perlu mendatangkan crane dan alat berat lain yang mahal.
Terlebih lokasi jalan yang longsor kebanyakan berada di daerah terpencil hingga sulit diakses alat berat.
"Mahal. Anggaran APBD bisa habis untuk itu,"katanya
Karenanya Budhi memilih opsi lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-banjarnegara-budhi-gentan-banjarnegara.jpg)