UFC 2020
Pria Mengaku Petarung UFC dari California Melakukan Penembakan Brutal di Sebuah Bar
Pria Mengaku Petarung UFC dari California Melakukan Penembakan Brutal di Sebuah Bar
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Pria Mengaku Petarung UFC dari California Melakukan Penembakan Brutal di Sebuah Bar
TRIBUNJATENG.COM - Seorang pria yang mengaku sebagai petarung UFC melakukan aksi penembakan brutal di wilayah San Antonio, Texas.
Penembakan terjadi di luar sebuah bar pukul 11.30 malam waktu setempat.
Sebelum melepaskan tembakan, pria tersebut berteriak jika dirinya adalah petarung UFC dari California.
"Apakah kamu tidak tahu siapa saya? Saya adalah petarung UFC dari California," teriak pria tersebut sebelum melepaskan sebuah tembakan.
• Stok Darah PMI Kota Semarang Selasa 16 Juni 2020, Subtotal PRC Menipis
• Hotline Semarang : Listrik R1/900 tapi Tagihan R1M/900
• 1.548 Mahasiswa Undip Ikuti Wisuda Daring, Digelar Selama 3 Hari
• Sekolah di Zona Hijau Boleh Dibuka, Dimana Saja Zona Hijau Itu?
Pria yang melakukan penembakan itu merupakan bagian dari gerombolan yang minum di bar di Broadway Street.
Kepala Kepolisian San Antonio, William McManus menjelaskan, kelompok tersebut pindah bar namun kemudian ditolak oleh penjaga karena dianggap terlalu mabuk.
Ketika penjaga memberi alasan dia tidak bisa masuk, salah satu dari orang di dalam gerombolan itu mengaku petarung UFC.
Suara tembakan terdengar di tempat parkir dan setidaknya delapan orang terluka akibat hal ini.
Semua korban penembakan dalam kondisi stabil.
Penyelidik sedang meninjau rekaman pengawasan dalam upaya mengidentifikasi tersangka.
Upaya penyerangan yang dilakukan oleh ahli tarung bukan kali ini saja terjadi.
Anton Sergeyev yang merupakan seorang pelatih MMA Rusia menyerang seorang pegawai toko setelah menolak menggunakan masker.
Anton menganggap bahwa dirinya sama sekali tidak menyentuh wanita tersebut namun sebuah video jelas memperlihatkan Anton secara brutal menyerang wanita itu.
Bulan lalu muncul laporan bahwa Anton yang berasal dari St. Petersburg menyerang seorang karyawan toko pada Mei 2020.
Sang karyawan toko menolak melayani Anton karena tidak menggunakan masker.