Human Interest
Cara Seniman Sanggar Bromastra Sragen Bantu Sesama, Jualan Konten Youtube dan Penggalangan Dana
Sanggar Bromastra Sragen lakukan bakti sosial penggalangan dana bagi mereka yang terdampak Covid-19.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sanggar Bromastra Sragen lakukan bakti sosial penggalangan dana bagi mereka yang terdampak Covid-19.
Tidak hanya menggalang dana, para seniman juga mendonorkan darah mereka ke PMI Sragen.
Para petugas PMI tampak mengenakan APD lengkap ketika mengambil darah para seniman.
• Detik-detik Nenek di Semarang Loncat ke Sumur Bawa Foto Cucu dan Almarhum Suami, Berakhir Begini
• Mutasi Polri, Inilah 5 Kapolres Baru di Jateng, Dirreskrimsus dan Dirreskrimum Baru Polda Jateng
• Rapid Test Massal di Semarang, Positif Covid-19 Langsung Karantina, Indonesia Kasus Terbanyak ASEAN
• Reaksi Achmad Purnomo Soal Kabar Gibran Kantongi Rekomendasi Megawati: Anak Presiden, Saya Tak Kaget
Ketua Sanggar Bromastra Sugiyanto alias Bagong Kendang kepada Tribunjateng.com menyampaikan penggalangan dana dilakukan ketika pagelaran para seniman.
"Semua yang dipelajari di sanggar akan ditampilkan seperti tari, karawitan, sindenan, kendangan dan wayang."
"Semacam kolaborasi, jadi semi teater tidak satu-satu jadi pagelaran akan secara sambung menyambung," kata Bagong, Kamis (18/6/2020).
Pagelaran disiarkan secara streaming di Youtube JMS Shooting Channel dengan mengusung tema "Sumur Golek Timba".
Donasi bisa disalurkan ke rekening BRI 6873 01 021234 53 0 atas nama Sanggar Seni Bromastra Sragen.
"Garis besar dari pagelaran ini ialah sumur golek timbo, sumur tidak ada manfaatnya jika tidak dinaikkan, sumur itu kan ada airnya tapi kalau tidak ditarik ke permukaan kan tidak berguna," katanya.
Seniman yang akan tampil diperkirakan 20-an lebih seniman. Pagelaran diselenggarakan di markas sanggar yang beralamat di di Mojo Wetan RT 03 Sragen Kulon, Kecamatan Sragen.
Bagong berhadap dengan adanya pagelaran melalui streaming ini masyarakat banyak yang berpartisipasi atau sedikit menyumbangkan uang.
"Hasilnya akan dikasihkan yang betul-betul membutuhkan khususnya seniman yang terdampak Covid-19 baru nanti ke umum, nanti kalau ada sisa mungkin akan di kelola oleh sanggar," katanya.
Sebelum Pandemi Covid-19 para pelaku seni dikatakanya bisa menyelenggarakan pertunjukan dan tidak jarang diundang oleh Pemkab Sragen.
"Dulu selalu setiap Pemkab ada acda menggunakan sanggar bromastra reog, tari dll ada pandemi Covid-19 ini kan tidak boleh mengumpulkan banyak masa," katanya.
Dirinya menyampaikan dampak Covid-19 memang dirasakan di semua lini tak terkecuali bidang seni budaya.
(uti)
• Ini Pernyataan Lengkap Arief Poyuono Soal Isu Kebangkitan PKI Dimainkan Kadrun Serang Jokowi
• Diduga Ikan Tongkol Jadi Penyebab Keracunan, Dinsos Batang Ganti Bantuan dengan Ikan Bandeng
• Dishub Semarang Ujicoba Lampu Bangjo Persimpangan Cemara Banyumanik
• Cerita Kerabat Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Pemalang, Rencana Melayat ke Pekalongan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/donor-darah-seniman-sanggar-bromastra-sragen.jpg)