Berita Regional
Warga Ngamuk Bakar 14 Rumah gara-gara Seorang Pemuda Tewas Dibacok
Aksi pembakaran tersebut merupakan buntut dari insiden tewasnya seorang pemuda desa.
TRIBUNJATENG.COM, BIMA - Sekelompok warga mengamuk, membakar belasan rumah warga Desa Padolo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (20/06/2020).
Aksi pembakaran tersebut merupakan buntut dari insiden tewasnya seorang pemuda.
Kepala Subbagian Humas Polres Bima, Iptu Hanafi membenarkan adanya kejadian tersebut.
• Anggota DPRD Ditangkap Bersama Seorang Wanita di Hotel, Diduga Gelar Pesta Narkoba
• Video Kecelakaan Tunggal di Jatingaleh Semarang, Korban Meninggal
• Inilah 10 Kota di Jawa Tengah dan Kota-kota Lain Yang Bisa Melihat Gerhana Matahari Cincin Besok
• Update Virus Corona Kota Semarang Sabtu 20 Juni 2020, Kasus Positif Pedurungan Terus Bertambah
Hanafi mengatakan, aksi pembakaran ini merupakan buntut dari kasus tewasnya Arif, warga Desa Talabiu, akibat dibacok pelaku yang diduga berasal dari Desa Padolo pada Jumat (19/06) malam.
Sekelompok warga yang tidak terima dengan pembacokan itu mendatangi Desa Padolo untuk mencari pelaku yang diduga sebagai pembunuh Arif.
Karena menemukan orang yang dicari, sekelompok orang itu langsung membakar rumah terduga pelaku serta rumah warga sekitar.
Bahkan, kantor desa dan Polindes juga ikut dibakar massa.
Peristiwa ini terjadi sekitar 10.30 wita.
"Sementara rumah rusak sebanyak 15 unit," ujar Hanafi saat dihubungi, Sabtu malam.
Beruntung, kata Hanafi, semua penghuni rumah di kampung itu sebelumnya sudah mengungsi dan berlindung di tempat yang aman setelah mengetahui akan diserang warga desa tetangganya.
Untuk mengantisipasi serta meredam amukan warga, puluhan personel gabungan TNI/Polri diterjunkan ke TKP.
Aparat pun berhasil menghalau warga sehingga kejadian tidak membesar.
Sementara itu, sejumlah mobil pemadaman milik BPBD dan water cannon dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan api yang membakar sejumlah rumah di kawasan selatan Kampung Padolo.
Hanafi mengatakan, petugas Damkar yang dibantu aparat gabungan sempat kewalahan karena kencangnya tiupan angin hingga membuat api membesar dan terus menjalar di rumah-rumah warga.
Namun petugas dibantu warga terus berusaha memadamkan api yang telah melalap sekitar 14 rumah yang ada permukiman padat penduduk tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kebakaran.jpg)