Berita Semarang
Peduli Yatim Piatu di Kabupaten Semarang, Komunitas Waskitho Dirikan Pondok Pesantren
Peduli terhadap nasib masa depan anak yatim piatu di Kabupaten Semarang, Komunitas Sosial Waskitho mendirikan
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Peduli terhadap nasib masa depan anak yatim piatu di Kabupaten Semarang, Komunitas Sosial Waskitho mendirikan pondok pesantren seluas 2 ribu meter persegi di Dusun Dlisem, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (23/6/2020).
Ketua Komunitas Sosial 'Waskitho' Kabupaten Semarang Bondan Widodo mengatakan pendirian pondok pesantren sendiri bertujuan memberikan bekal bagi para yatim piatu melalui dunia pendidikan.
"Bagi yang belum tahu komunitas ini didirikan pada tahun 1996.
• Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Asli Surabaya Ngekos di Semarang
• Mengintip Kekayaan John Kei, Rumah dan Mobil Harga Miliaran, Berseteru karena Masalah Tanah
• Gading Marten Kaget saat Jenguk Gempi di Rumah Gisel: Kamu Jadi Peternak Ikan Cupang?
• Main ke Rumah Jessica Iskandar, Betrand Peto Kesal: El Barack Bicaranya Bahasa Inggris Terus
Sejak 24 tahun berdiri komunitas bergerak pada bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Baik melalui kegiatan santunan rutin maupun program beasiswa," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi, Selasa (23/6/2020)
Menurut Bondan, selain anak yatim piatu sasaran program penerima manfaat ialah orang-orang yang secara kelayakan berhak menerima bantuan dari pemerintah tetapi kurang mendapat perhatian.
Ia menambahkan, seluruh operasional kegiatan sosial digalang dari para anggota dan donatur secara mandiri swadaya tanpa melibatkan unsur pemerintah atau organisasi politik.
"Kami sejauh ini sudah ada sekitar 17 ribu anggota tersebar di Kabupaten Sragen, Boyolali, Surakarta, dan Kota Semarang.
Mereka kami sebut anggota jemaah karena internal juga ada kegiatan keagamaan," katanya
Dikatakannya, terkait pendirian pondok pesantren sendiri merupakan program terbaru karena sejauh ini hanya berupa santunan rutin.
Sampai sejauh ini ada sekitar 750 anak yatim piatu dibawah asuhan komunitas mendapat bantuan rutin.
Pihaknya menyatakan, bagi mereka yang ingin melanjutkan sekolah dari PAUD sampai pada perguruan tinggi juga turut difasilitasi.
Sedikitnya melalui program sosial komunitas ada empat orang telah lulus sebagai sarja kedokteran.
"Adapun bantuan perbulan yang kami keluarkan untuk kegiatan sosial rutin sendiri mencapai Rp 60-70 juta perbulan.
Pun, nanti pondok ini juga gratis utamanya yatim piatu," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peletakan-batu-pertama-pembangunan-pondok-pesantren-bagi-yatim-piatu-di-dusun.jpg)