Virus Corona Jateng
Kasus Covid-19 di Semarang Naik Signifikan, Tenaga Medis Dialihkan Fokus Ke Tracking 3 Klaster
Tenaga medis yang sebelumnya dikerahkan melakukan tes massal di sejumlah area publik saat ini digeser penugasannya untuk melakukan tracking klaster
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami lonjakan beberapa hari terakhir ini.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Semarang dalam laman siagacorona.semarangkota go.id, Rabu (24/6/2020) siang pukul 12.15 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 599 orang.
Jumlah pasien sembuh sebanyak 535 orang, sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 120 orang.
• Mengintip Kekayaan John Kei, Rumah dan Mobil Harga Miliaran, Berseteru karena Masalah Tanah
• Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Asli Surabaya Ngekos di Semarang
• Cewek Cantik Seperti Apa yang Didekati Mbah Kung? Bukan Anak Teman, Bukan Istri Orang
• Berita Lengkap Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Ungkap Rahasia Digemari Cewek Cantik
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, penambahan kasus Covid-19 yang signifikan ini merupakan pengembangan dari klaster-klaster lama di antaranya pasar, pesta pernikahan, dan tenaga kesehatan (nakes).
"Jadi klaster lama pasar kemudian hajatan itu, setelah dicari dan ditracking keluarganya, tetangganya, nambah lagi.
Ini kami lagi menyelesaikan tracking tersebut sampai tuntas.
Termasuk yang nakes itu kami tracking semua ke keluarga, tetangga, dan kawannya supaya mata rantainya benar-benar putus," jelas Hendi, sapaan akrabnya.
Hendi melanjutkan, tenaga medis yang sebelumnya dikerahkan untuk melakukan tes massal di sejumlah area publik saat ini digeser penugasannya untuk melakukan tracking klaster-klaster penularan.
Begitu penelusuran telah rampung, Pemerintah Kota Semarang akan melanjutkan tes massal secara masif.
Dalam melakukan penelusuran klaster-klaster lama, Pemkot melakukan kombinasi antara rapid test dan swab test.
Tenaga medis akan melakukan rapid test terlebih dahulu. Apabila hasil rapid test menunjukan reaktif maka akan ditindaklanjuti dengan swab test.
Pasalnya, alat uji sampel swab di Semarang masih cukup terbatas yakni hanya mampu menampung 300 sampel.
"Nanti kalau sudah normal lagi, alatnya sudah mampu melayani sampel lagi, kami lakukan semuanya dengan swab lagi," sambungnya.
Dia memastikan, ketersediaan alat rapid test masih banyak.
Stok reagen atau cairan untuk uji laboratorium juga masih banyak.