Opini
OPINI : Bergerak Bersama di New Normal
Multi dimensi dampak memberi bukti betapa besar skala signifikansi pengaruh pandemi ini. Kehidupan berbangsa dan bernegara
Kepala LPPM dan Dosen FEB Unka Soegijapranata
Multi dimensi dampak memberi bukti betapa besar skala signifikansi pengaruh pandemi ini. Kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami kontraksi dengan beragam ekses yang tidak ringan.
Masih tingginya jumlah kasus positif tiap hari, tantangan pemulihan ekonomi, bertambahnya jumlah penganggutan, hanya contoh dari beberapa dampak pandemi di samping multi dampak lainnya. Beragam strategi kebijakan pemerintah untuk memberi kestabilan situasi negeri dengan menempatkan keamanan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, di samping menjaga kekuatan seluruh sektor bergerak bersama dalam roda perekonomian yang tidak ringan tantangannya.
Apresiasi tinggi tetap layak diterima pemerintah dengan mengambil berbagai keputusan yang cepat melandaikan penambahan kasus positif Covid-19 dengan segala dinamika beratnya implementasi yang ada. Pendidikan Jarak Jauh dengan pembelajaran daring, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Stimuli Bantuan Sosial masyarakat terdampak, Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Relaksasasi Pajak, dan masih banyak lagi kebijakan yang dikeluarkan.
Virus yang tidak mengenal paspor, kasta, agama, sekat-sekat dalam masyarakat akan bergerak terus dan membayangi sekeliling hidup kita, untuk mengunci bangsa ini menjadi terpapar dan terkapar.
Sungguh suatu tugas yang amat berat kalau pemerintah yang harus terus menerus menghimbau, menyadarkan, mensosialisasikan, dan mengedukasi agar masyarakat mau bertindak disiplin untuk sekedar mengingat betapa tindakan yang betul dari seseorang akan menyelamatkan banyak jiwa.
Energi yang terkuras dari pemerintah ini akan semakin mengurangi kesempatan bangsa ini segera menghalau pandemi menjauh dari negeri ini. Amat sangat disayangkan bila demikian yang terjadi.
Tekanan situasi bertambah berat saat pergerakan masyarakat dan kepatuhan masyarakat masih rendah menjadi ujian ketahanan negara ini dipertaruhkan dan kebangkitan negara kita dari keterpurukan berbagai dampak dari pandemi ini membutuhkan sinergi dari semua warga bangsa. Hal ini bisa dilakukan oleh siapa pun dan dalam aktifitas keseharian kita untuk sigap membantu sesama.
Di Jawa Tengah dengan konsep Jonggo Tonggo menjadi salah satu cara menggeliatkan kehidupan bermasyarakat kita, saling rawat antar tetangga mengisyaratkan perlunya semua saling menjaga dan memastikan kehidupan terus bisa berlanjut. Peran berbagai stakeholder sangat dibutuhkan untuk saling mengisi atasi pandemi.
Peran Perguruan Tinggi di Masa Pandemi
Sebagai stakeholder di masyarakat, dan sebagai lumbung ilmu pengetahuan dan berkumpulnya para akademisi, tidak berlebihan bahwa perguruan tinggi diharapkan bisa maksimal berperan sentral mengawal masyarakat dan pemerintah menembus badai pandemi, membantu memberikan edukasi dan pencerahan pengetahuan berbagai multi disiplin ilmu yang dimiliki. Peran dan kontribusi terbaik dalam penanganan pandemi masih harus selalu didorong untuk memaksimalkan peran tri dharma perguruan tinggi. T
iga ranah yang menjadi tanggungjawab perguruan tinggi menjadi kekuatan bersama untuk memunculkan asa bagi negara dan masyarakat untuk kembali bangkit dan bersinergi satu sama lain.
Ranah pendidikan di masa pandemi menghadirkan tantangan untuk mempertahankan kualitas pembelajaran yang tidak kendur karena situasi.
Meski tidak bisa dipungkiri tantangan yang dihadapi baik bagi pemberi ilmu (dosen) dengan anak didik (mahasiswa) sama-sama besar, kendala sarana pendukung, kendala komunikasi, kendala peningkatan kualitas pembelajaran tentu menjadi catatan tersendiri dalam ranah ini.
Modal pengetahuan dan sarana pendukung yang kuat menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran dalam masa pandemi, dan semua bidang ilmu dituntut inovasi proses pengajaran yang menarik dan bermutu.
Dua ranah berikutnya tidak kalah pentingnya, menjadi penanda dari perguruan tinggi tersebut untuk peka dan hadir di masyarakat sebagai kekuatan yang diharapkan menghadirkan kontribusi dan terobosan secara maksimal. Riset inovasi dan pengabdian masyarakat di masa pandemi menemukan momentum untuk beradaptasi dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.
Inovasi penelitian dan pemikiran bisa menjadi landasan kuat para pengambil kebijakan di pemerintahan. Sinergi para peneliti menghadirkan serangkaian penemuan dan inovasi yang sangat berguna di masa pandemi ini akan memberikan stigma positif yang melekat di perguruan tinggi.
Pengabdian masyarakat yang memilih mitra di lapangan yang benar-benar terdampak pandemi juga memberikan harapan bahwa warga perguruan tinggi hadir dan memberi kehadiran yang menyejukkan.Di sinilah Unika Soegijapranata berusaha hadir, memberi peran di tiga ranah perguruan tinggi.
Mewujudnyatakan Talenta Pro Patria et Humanitate, talenta-talenta terbaik untuk negara dan kemanusiaan. Menghadirkan secara nyata ajaran patron Unika ini yakni Romo Soegija, jangan amem mlempem, tidak berdiam diri di tengah kegusaran dan sederet masalah pandemi yang masih berlangsung untuk kemudian memberi pencerahan dan semangat menuju kenormalan baru di masyarakat.
Sebagai upaya untuk mengimplementasikan ajaran patron Romo Soegija dengan berperan aktif dalam ranah penelitian dan pengabdian masyarakat maka pengelolaan kedua ranah tersebut harus senantiasa ditata dan disesuaikan dengan tuntutan situasi dan kondisi dengan memfokuskan pada upaya-upaya “Peningkatan Kesejahteraan dan Kualitas Hidup Melalui Penelitian dan Pengabdian yang Adaptif dan Transformatif”. Adaptif sendiri adalah senantiasa berkaitan dengan keinginan dan kemampuan untuk berubah sesuai dengan situasi yang dihadapi terutama di masa pandemi ini. Kapabilitas untuk selalu adaptif harus dipahami sebagai kemampuan yang berkaitan dengan pemecahan masalah (problem solving) dan kecepatan merespon (speedy responses) perubahan itu sendiri.
Ada tiga karakter yang akan menggambarkan seberapa kemampuan adaptif tersebut yakni: kemampuan lembaga/organisasi mengidentifikasi dan merespon peluang yang ada, kemampuan aktifitas mengeksekusi/menindaklanjuti peluang tersebut, serta kecepatan respon yang tepat sesuai peluang yang ada.
Sedangkan Transformatif merupakan kemampuan penyesuaian dengan akselerasi perkembangan ilmu pengetahuan modern dan inovasi teknologi, sehingga memiliki dua hal indikator utama yakni relevan dan kontekstual sesuai perubahan jaman.
Sumber daya manusia yang transformatif ditandai dengan sikap terbuka pada perubahan, siap untuk diubah, siap untuk berubah, dan siap untuk mengubah. Sikap transformatif memiliki kekuatan untuk berdaya ubah, inklusif, dan inovatif.
Selama masa pandemi dan menuju transisi kenormalan baru, aktifitas penelitian dan pengabdian masyarakat terus bergerak, di tengah keterbatasan aktifitas di masyarakat. Kendala-kendala ini tidak memungkiri cukup memberi tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya.
Beragam kegiatan dilakukan di tengah keterbasan aktifitas untuk mengikuti protokol kesehatan di antaranya adalah sebagai berikut:Serial Diskusi #di Rumah Unika, Upaya memberi edukasi dan sarana komunikasi mendiskusikan berbagai aspek keilmuan dari berbagai lintas disiplin ilmu di Unika Soegijapranata dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan konsep web talkshowsebagai usaha membantu berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan untuk menggunakan hasil diskusi dan pemikiran para dosen di lingkungan Unika Soegijapranata ini sebagai kontribusi keilmuan yang dimiliki.
Pengabdian masyarakat dari mahasiswa dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang Adaptif Menghadapi Pandemi Covid-19 oleh Mahasiswa Unika Soegijapranata (Pandemika), hal yang mendasari adaptabilitas program ini adalah semua kegiatan pengabdian mahasiswa pada masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan dan dilakukan secara online, namun tujuan akhirnya adalah mengedepankan kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh mitra pada masyarakat di kota Semarang sebagai perwujudan Talenta Pro Patria et Humanitate, terutama di masa sulit menghadapi wabah pandemi Covid-19. Kegiatan lain dengan membantu pemerintah dalam pengambilan kebijakan dengan membentuk Tim Kajian Tanggap Cepat Kerjasama dengan Pemerintah Jawa Tengah membantu dalam upaya mendapatkan informasi dan pemikiran sebagai landasan pengambilan kebijakan pemerintah Jawa Tengah.
Berbagai masukan usulan untuk pengambilan kebijakan terkait dengan bidang-bidang yang memerlukan keputusan cepat sesuai bidang keilmuan yang adadalam tim tersebut (Kesehatan, Psikologi, Ekonomi, Ketahanan Pangan, Hukum, dan Teknologi Informatika). Berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian di berbagai fakultas pun turut andil dalam mengupayakan kehadiran kampus di masyarakat di masa pagebluk ini.
Demikianlah upaya bergerak bersama di era new normal, dengan melakukan berbagai strategi dan kegiatan yang bersifat adaptif dan transformatif di tengah pandemi Covid-19 dalam kehidupan masyarakat. Unika Soegijapranata berusaha hadir dan menemani semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam menuju tatanan hidup new normal. Semoga upaya bersama dan sinergis ini membawa kemanfaatan bagi semua. (*)
• Video Sopir Angkot Meninggal Saat Antre Isi Bensin
• Paska Nama Yulia Fera Ayu Lestari Tertulis di Kertas Bungkusan Pocong, Ini Tanggapan Keluarganya
• Sebabkan Pasukan Perdamaian PBB asal Indonesia Tewas, Beginilah Kejamnya Pemberontak ADF di Kongo
• Hasil Survei Pilkada Solo 2020 Purnomo 36 Persen Gibran 55 Persen, Ada Perubahan Drastis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/berta-bekti-retnawati.jpg)