Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Sebabkan Pasukan Perdamaian PBB asal Indonesia Tewas, Beginilah Kejamnya Pemberontak ADF di Kongo

Dua puluh dua ribu tentara Kongo di bawah komando lima jenderal memulai operasi melawan ADF pada Oktober 2019

Editor: muslimah
Tangkap layar AFP via thedefensepost.com
Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC) 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang prajurit Indonesia yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB dilaporkan tewas dalam serangan di RD (Republik Demokratik) Kongo.

Dia gugur setelah patrolinya diserang oleh milisi pada Senin malam waktu setempat (22/6/2020) di dekat Beni, kota di Provinsi Kivu Utara.

Kabar itu disampaikan Sy Koumbo, perwira komunikasi Misi Stabilisasi PBB untuk RD Kongo (Monusco), seperti dilaporkan AFP Selasa (23/6/2020).

"Satu anggota Helm Biru (pasukan perdamaian PBB) gugur dan satunya terluka namun tidak serius.

Saat ini kondisinya stabil," jelas Koumbo.

Dalam rilis resminya, Kepala Monusco Leila Zerrougui mengecam serangan itu, dan menduga pelakunya adalah Pasukan Aliansi Demokratik (ADF).

ADF adalah gerakan yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an.

Pada 1995, mereka pindah dan bermarkas di Kongo, meski diyakini mereka tidak melancarkan serangan ke Uganda selama bertahun-tahun.

Sebuah laporan kepada Dewan Keamanan PBB pada bulan Januari mengatakan bahwa ADF memiliki karakteristik kelompok bersenjata dan organisasi kriminal.

Melansir Al Jazeera, ADF merupakan kelompok yang dinamis namun misterius.

Tujuannya saat ini tidak jelas. Kelompok itu tidak mengeluarkan pernyataan publik ataupun mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi.

Sumber pemerintah dan PBB mengatakan keanggotaannya antara 1.500 dan 2.000 orang, dengan agen perekrutan di negara lain di wilayah tersebut.

Sumber pendanaan mereka juga tidak jelas tetapi kelompom itu sering menyerang pangkalan militer Kongo (FARDC) untuk mendapatkan senjata dan mereka bertani di hutan.

Dua puluh dua ribu tentara Kongo di bawah komando lima jenderal memulai operasi melawan ADF pada Oktober 2019.

Komandan tentara yang memimpin pasukan ke garis depan di hutan mengatakan mereka mendorong pemberontak keluar dari benteng mereka.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved