Berita Semarang
Stok Darah di PMI Kota Semarang Tertolong Beroperasinya Kembali Beberapa Perusahaan
PMI Kota Semarang mengambil sisi positif dibalik kembali beroperasinya sejumlah perkantoran di Kota Semarang, setelah sebelumnya sempat menerapkan wor
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PMI Kota Semarang mengambil sisi positif dibalik kembali beroperasinya sejumlah perkantoran di Kota Semarang, setelah sebelumnya sempat menerapkan work from home (WFH) bagi para karyawan di tengah pandemi corona atau covid-19.
Kepala Baginan Pelayanan Donor UDD PMI Kota Semarang, dr Yusti Triwianti menuturkan setidaknya ada peningkatan 10 persen donor darah hasil kerjasama dengan sejumlah perusahaan.
"Sisi positifnya, kami di bagian donor darah tertolong, karena ada beberapa kegiatan kita yang diadakan.
• Mengintip Kekayaan John Kei, Rumah dan Mobil Harga Miliaran, Berseteru karena Masalah Tanah
• Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Asli Surabaya Ngekos di Semarang
• Inilah Sosok Istri John Kei, Tetangga Ungkap Kebiasaanya Seperti yang Dilakukan Suami
• Viral Petugas Dishub Dikeroyok Rombongan Pengantar Jenazah
Misalnya di beberapa perusahaan yang tadinya menerapkan WFH, sekarang sudah kembali normal walaupun belum 100 persen karyawannya masuk.
Nah itu kita kegiatan donor darahnya kita bisa ada," kata Yusti kepada Tribunjateng.com, Rabu (24/6/2020).
"Kalau pulih 100 persen seperti semula sih belum, tapi paling ada peningkatan sekitar 10 persen untuk perusahan-perusahan yang kita kerja sama untuk pendonor darah," ucapnya.
Yusti mengaku, selama terjadi pandemi corona di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, situasi tersebut memaksa PMI Kota Semarang mengalami penurunan pendonor.
Alhasil, jumlah stok darah tak sebanyak ketika di masa normal.
"Stoknya selama Covid-19 ini masih tetap sama, masih ada penurunan dibanding bulan-bulan waktu awal tahun.
Yaitu dari Januari sampai Maret. Masih tetap ada penurunan.
Belum kembali normal.
Cuma sekarang sudah ada beberapa kegiatan mobile unit, yang istilahnya diadakan.
Seperti kemarin terakhir di Polrestabes, Kodim, Kodam. Jadi kita masih ada kegiatan, dan stok darah kita masih aman," katanya.
Semasa pandemi corona ini, Yusti menjelaskan jika pihaknya memberlakukan protokol ketat ketika berhadapan langsung dengan pendonor.
Utamanya bagi petugas pengambilan darah, tetap masih menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.
"Kalau kita sih masih tetap memberlakukan protokol Covid-19.
Karena bagaimanapun petugas berhubungan langsung dengan para pendonor.
Sehingga kita masih tetap menggunakan APD lengkap untuk petugas pengambilan darah, dokter, adminiatrasi, ataupun petugas HD.
Kitapun masih tetap seperti mengecek suhu tubuh, kemudian memberlakukan cuci tangan, ataupun dengan cairan disinfektan.
Kita masih memberlakukan semua protokol kesehatan itu.
Kita sama-sama melindungi baik itu petugas ataupun pendonor yang datang ke tempat kita sendiri," tegasnya.
Iapun berharap, bagi masyarakat khususnya yang dalam keadaan sehat bisa melegakan waktunya sedikit untuk membantu para pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah melalui kegiatan donor darah.
"Kami masih tetap berharap untuk kedatangan masyarakat mendonorkan darahnya bisa langsung ke kantor kita ke UDD, ataupun dalam kegiatan mobile unit.
Biasanya kita share tempat kegiatan mobile unit kita di mana.
Baik lewat sosial media facebook, instagram, dan website PMI Kota Semarang," tandasnya. (arl)
• 1.886 Orang Tercatat Sebagai Pemilih Pemula di Pilkada Kendal 2020
• Wisuda Online USM, Ini Pesan Prof Muladi untuk Wisudawan
• Terkendala Pandemi Virus Corona, Magang SMK Semester Ini Mundur hingga Juli
• 32 Calon Siswa Jalur Afirmasi di SMKN 1 Bawen Semarang Cabut Berkas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kegiatan-pmi-kota-semarang-saat-proses-pengambilan-darah-dari-para-pendonor.jpg)