UNS Surakarta

UNS Solo Jalin Kerja Sama dengan PT King Manufacture & Corporate dan PT HKI

Kerja sama antarkedua belah pihak turut mengatasnamakan 8 perusahaan dan 10 SMK yang menjadi mitra PT. King Manufacture & Corporate.

Editor: abduh imanulhaq
ist
UNS Jalin Kerja Sama dengan PT. King Manufacture & Corporate dan PT. HKI 

TRIBUNJATENG.COM,SOLO- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus menjalin kerja sama dengan PT. King Manufacture & Corporate dan PT. Hasil Karya Indonesia (HKI), Jumat (19/6/2020).

Kerja sama tersebut dijalin sebagai bentuk kolaborasi antara dunia industri dengan institusi pendidikan guna meningkatkan pelatihan dan pendidikan vokasi.

Kerja sama antarkedua belah pihak turut mengatasnamakan 8 perusahaan dan 10 SMK yang menjadi mitra PT. King Manufacture & Corporate.

Naskah MoU antara UNS dengan PT. King Manufacture & Corporate ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Dr. Mardiyana, Direktur PT. King Manufacture, Dipl. Ing Budi Sutrisno Pono, dan Kepala Sekolah SMK Warga Surakarta Drs. Darmanta.

Perjanjian kerja sama dengan PT. HKI ditandatangani langsung oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Direktur PT. HKI, Evan Pono Saputro, B.Sc.

Acara penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama juga disaksikan oleh Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNS, Prof. Sajidan dan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto, Ph. D melalui Zoom.

Dalam sambutannya, Prof. Jamal Wiwoho menyambut baik kerja sama yang dijalin dengan PT. King Manufacture & Corporate dan PT. HKI.

Baginya, kerja sama ini dapat mendukung program peningkatan kapasitas mahasiswa, baik melalui praktek kerja, magang, maupun riset.

"Saya atas nama pimpinan UNS menghaturkan terima kasih atas kepercayaan dunia usaha dan industri yang sesuai dengan 5 paket kebijakan Mas Menteri (red: Nadiem Makarim) yang sudah tertuang dalam Permendikbud 3,4,5,6, yang satu diantaranya Permendikbud 3 Tahun 2020 mengatur standar nasional pendidikan tentang 'Merdeka Belajar' dan 'Kampus Merdeka' melalui magang dan praktek kerja di sekolah mitra dan perusahaan," ujar Prof. Jamal.

Selain itu, Prof. Jamal menyebut bila melalui penandatanganan MoU sekaligus perjanjian kerja sama ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam riset dosen, studi, proyek independen, dan kegiatan kewirausahaan.

Di hadapan tamu undangan yang terdiri dari jajaran rektorat, dekanat, kepala biro, Direktur Pascasarjana UNS, Direktur RS UNS, kepala bagian, serta kepala sekolah dari 10 SMK yang menjadi mitra PT. King Manufacture & Corporate, Prof. Jamal berharap agar ke depan bentuk kemitraan dapat ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan FKIP dan Sekolah Vokasi (SV) UNS.

"Saya sangat berharap PKS ini menjadi payung dari kegiatan-kegiatan tentang 'Merdeka Belajar' dan 'Kampus Merdeka'," lanjutnya.

Bagi Prof. Jamal, pendidikan vokasi di Indonesia idealnya mengadopsi sistem 3-2-1.

Artinya, 3 tahun mahasiswa menempuh studi di kampus, 2 tahun menjalani magang di perusahaan dengan diawasi dosen industri dan 1 tahun untuk menyelesaikan tugas akhir (TA).

Di akhir sambutannya, Prof. Jamal berharap agar output dari kerja sama dengan PT. King Manufacture & Corporate
dan PT. HKI dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh FKIP dan SV UNS utamanya untuk memajukan pendidikan vokasi di Indonesia.

"Khusus pada Prodi terkait pada Vokasi dan Prodi Teknik Mesin di FKIP dan PTIK tidak menjadi dokumen mati tetapi merupakan entry point untuk menjalin kerja sama yang sebenar-benarnya dan menjadi penguat dari 'Merdeka Belajar' dan 'Kampus Merdeka',” tandas Prof. Jamal. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved