Berita Banyumas
Antisipasi Pembakaran Bendera Partai, Massa PDIP Kawal Unjuk Rasa Tolak RUU HIP di Banyumas
Massa simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ikut mengawal unjuk rasa oleh Koalisi Masyarakat Pancasila Anti Komunis (KOMPAK) Banyum
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Massa simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ikut mengawal unjuk rasa oleh Koalisi Masyarakat Pancasila Anti Komunis (KOMPAK) Banyumas Raya di depan Gedung DPRD Banyumas pada Jumat (26/6/2020).
Ketua DPC PDI Perjuangan Banyumas, dr Budhi Setiawan mengatakan jika pihaknya beserta kader yang lain hanya menonton saja sembari mengawasi unjuk rasa tersebut.
"Kami hanya ingin nonton saja, supaya kasus yang terjadi di Jakarta di mana ada pembakaran bendera PDIP tidak terjadi di Banyumas," katanya, Jumat (26/6/2020).
• Massa Koalisi Masyarakat Pancasila Anti Komunis Banyumas Raya Gelar Aksi Tolak RUU HIP
• Tempat Wisata Grand Maerakaca Semarang Sudah Dibuka, Tapi Dibatasi Hanya 3 Jam
• Menuju New Normal, Dinkes Jateng Serahkan Bantuan Jogo Tonggo Kit untuk 23 Kelurahan di Salatiga
• Lee Joon dan Jung So Min Putus Setelah 3 Tahun Pacaran

Pihaknya mengatakan jika tidak akan memberikan toleransi jika ada aksi pembakaran bendera partainya di Banyumas.
"Saya dan teman-teman bersiap jika andaikata terjadi, tetapi semua tetap berjalan aman dan damai," imbuhnya.
Pihaknya menambahkan jika mereka tidak mengganggu aksi unjuk rasa tersebut.
"Tapi kalau hal yang sama terjadi juga di Banyumas, jelas pasti akan ramai juga," tandasnya.
Budhi mengatakan jika pihaknya setuju dengan orasi yang dilakukan jika Pancasila dan NKRI adalah harga mati.
Dalam aksi pengawalan tersebut, ada sekitar 200 lebih massa simpatisan PDIP yang ikut mengamankan.
Budhi juga menyampaikan dukungan agar polisi mengusut tuntas pembakaran bendera PDIP di Jakarta.
"Kita marah dengan pembakaran bendera itu dan sangat marah, sehingga di daerah kami ditugasi mengawal dan jangan sampai terjadi di Banyumas," katanya.
Karena masih masa pandemi covid-19, pihaknya masih mematuhi protokol kesehatan dengan jaga jarak dan memakai masker.
"Kami juga masih satu komando dan patuh semua sehingga tidak bergerak secara sendiri-sendiri," pungkasnya.
Sementra itu, kelompok massa yang mengatasnamakan diri Koalisi Masyarakat Pancasila Anti Komunis (KOMPAK) Banyumas Raya menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Banyumas pada, Jumat (26/6/2020).
Hadir dalam aksi tersebut adalah aliansi dari Front Pembela Islam (FPI), kader anak bangsa, dan jaringan silaturahmi kyai kampung.