Liputan Khusus
Demam Bersepeda Menjamur: Toko Sepeda Kehabisan Stok
Sejak pandemi Covid-19 ini banyak warga suka bersepeda. Di Kota Semarang dan kota-kota lainnya mudah dijumpai pesepeda di jalanan baik pagi siang atau
Pantauan Tribun Jateng, terdapat beberapa mobil pikap angkut puluhan kendaraan dari arah Solo ke Semarang. Sepeda berbagai merk dan jenis itu diankut dua mobil pikap, Minggu (28/6) siang. Di mobil pikap itu tertulis nama toko sepeda di Kota Semarang.
Desain Sepeda untuk Pecinta Kopi
Sejumlah produsen sepeda kewalahan memenuhi permintaan pasar. Bahkan toko-toko sepeda yang ada di Kota Semarang, mulai kehabisan stok saking banyaknya permintaan. Tribun Jateng kroscek ke pabrik atau pembuat sepeda di Kota Semarang. Satu di antaranya adalah PT Roda Maju Bahagia di Kawasan Industri Kendal.
PT Roda Maju Bahagia meningkatkan produksi hingga 20 persen. Produknya antara lain merk Element.
"Setelah lebaran kemarin permintaan pasar luar biasa. Mau tak mau kami harus meningkatkan produksi hingga 20 persen. Kami juga mulai menambah tenaga kerja, untuk menunjang produksi sepeda Element," kata CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra, saat dihubungi Tribun Jateng.
Pabrik yang berada di KIK Kendal ini, sebenarnya belum 100 persen jadi. Beroperasi sejak pertengahan tahun 2018, PT Roda Maju Bahagia masih banyak memproduksi jenis sepeda lipat.
"80% pabrik kami masih memproduksi sepeda lipat. Walaupun sepeda jenis lainnya juga tetap kami produksi. Tapi permintaan pasar untuk saat ini yang kami lihat memang sepeda lipat masih dominan," ucap Hendra.
Hendra menilai meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan sepeda, karena mulai sadar dengan kondisi kesehatan. Terlebih di saat pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk tetap bugar dengan cara berolahraga.
Meningkatnya penjualan sepeda dari PT Roda Maju Bahagia, sudah dirasakan Hendra setelah lebaran. Perlahan tapi pasti, peningkatan penjualan hingga saat ini sudah mencapai 40 persen.
"Sebelum lebaran belum begitu banyak. Tapi setelah itu, lonjakannya cukup drastis. Saya prediksi ini akan terus meningkat. Karena demam sepeda tidak hanya di Indonesia. Tapi seluruh dunia juga," tegasnya.
Hendra akui masih kewalahan memenuhi pasar, karena beberapa komponen sepeda Element mengandalkan produk impor. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19, impor barang-barang agak sedikit tersendat.
"Kami akui produksi sepeda Element masih bergantung dengan spare part impor. Apalagi di kondisi seperti ini, belum semua negara penyuplai spare part membuka ekspor mereka," imbuh Hendra.
Selain Element, PT Roda Maju Bahagia juga memproduksi sepeda merk Police, Alton, Camp, PMB, dan juga Dahon Ion. Perlu diketahui, sepeda Dahon Ion merupakan kerjasama antara PT Roda Maju Bahagia dan Dahon Amerika.
"Iya itu hasil kerjasama kami. Kami mendapatkan izin untuk mendesain sepeda yang sesuai dengan standart Dahon Amerika. Tapi produksinya masih kecil dibandingkan dengan Element. Karena kami ingin produk Indonesia juga bisa dikenal hingga internasional," paparnya.
Beberapa inovasi produk sudah dilakukan oleh Hendra. Salah satunya bekerjasama dengan beberapa artis Indonesia, seperti Andre Taulany.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gowes-dengan-sepeda-lipat-dahon-semarang-kendal-minggu-922020.jpg)