Berita Semarang
SMAN 5 Semarang Dahulukan Jalur Prestasi saat Verifikasi PPDB Jateng 2020
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah sudah memasuki tahap verifikasi berkas.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah sudah memasuki tahap verifikasi berkas.
Para calon peserta didik yang sudah dinyatakan diterima secara online datang ke sekolah untuk mencocokkan data yang sebelumnya sudah diinput melalui website Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.
Di SMAN 5 Semarang nampak orangtua dan calon peserta didik membawa berkas berupa piagam prestasi, surat pernyataan, dan Kartu Keluarga.
• Harga HP Xiaomi Hari Ini 1 Juli 2020: Redmi Note 8 Turun Harga, Ada Bocoran Redmi 9A dan 9C
• Update Corona 34 Provinsi Rabu 1 Juli 2020 Pagi Ini, Jatim Sudah Jauh Lampuhi DKI Jakarta
• 12 PK Pemandu Lagu Digerebek Polisi Polda Layani Plus-plus di Room Karaoke, Segini Tarifnya
• Ini Isi Chat yang Dibongkar Nikita Mirzani, Bahas Soal Utang Rp 10 Juta
Selain itu, beberapa meja disiapkan pihak sekolah untuk dijadikan tempat verifikasi.
Kepala Sekolah SMAN 5 Semarang, Siswanto menuturkan verifikasi berkas bila merujuk pada jadwal yang sudah ditentukan oleh Disdikbud Provinsi Jawa Tengah dilakukan mulai Tanggal 1 hingga 8 Juli. Dia menyampaikan, pihaknya membagi proses verifikasi untuk setiap jalur.
"Verifikasi hari ini dikhususkan untuk pendaftar yang sudah diterima jalur prestasi.
Verifikasi itu untuk mencocokkan kebenaran nilai dan sertifikat yang diunggah oleh calon peserta didik dengan yang asli," tutur Siswanto kepada Tribun Jateng, Rabu (1/7/2020) siang.
Menurut Siswanto, dilakukannya verifikasi jalur prestasi pada hari pertama dikarekanakan pada jalur itu banyak dokumen yang harus dicocokkan.
Sementara, untuk jalur zonasi hanya mencocokkan KK dan Surat Keterangan Domisi (SKD).
"Kalau untuk jalur afirmasi kan hanya surat keterangan.
Misalnya jalur afirmasi kuota untuk anak tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 ya hanya membutuhkan surat keterangan dari dinas kesehatan, sementara untuk afirmasi yang siswa miskin dari dinas sosial," ungkapnya.
Siswanto mengungkapkan, hari pertama verifikasi belum ditemukan permasalahan, masih sesuai dengan apa yang diunggah oleh calon peserta didik.
Dia berharap, sampai hari terakhir verifikasi tidak ditemukan masalah.
Hal itu karena akan membuat pihak sekolah kerepotan mengurus proses PPDB.
Terkait permasalahan yang sebelumnya sempat ramai mengenai indikasi kecurangan melalui SKD, Siswanto menyampaikan pada prinsipnya pihak sekolah memberikan informasi bilamana ada yang keliru memasukkan data.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-sman-5-semarang-sebelum-dibukanya-ppdb-2020-beberapa-waktu-lalu.jpg)