Krisnadi Butuh Waktu Satu Tahun Temukan Formula Teh Kurma
Butuh waktu satu tahun bagi pelaku UKM ini untuk menemukan formula yang tepat dari usaha teh kurma yang kini digelutinya itu
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengawali sebuah usaha, apalagi berinovasi produk baru tentu bukan perkara mudah.
Hal itu pula yang semula dialami Krisnadi, owner Kurma Tea yang beralamat di jalan Puspogiwang II nomor 9, Semarang Barat, Semarang ini.
Butuh waktu satu tahun bagi pelaku UKM ini untuk menemukan formula yang tepat dari usaha teh kurma yang kini digelutinya itu.
"Kesulitan terbesar yang kami temui untuk mewujudkan impian adalah menemukan cara dan formula yg tepat membuat teh kurma seperti yang diharapkan.
Kami butuh waktu sekitar 1 (satu) tahun dalam pencarian untuk menemukan formula yg pas ini," jelas Krisnadi, Kamis (2/7/2020).
Usaha memang tak perah mengkhianati hasil.
Berkat keuletan dirinya bersama sang istri untuk terus mengembangkan usaha tersebut, produksi teh kurma Krisnadi sukses dan berjalan hingga kini.
"Kami tak henti mencoba dan terus mencoba hingga produk teh yang diharapkan bisa dipastikan resepnya," ujarnya.
Produksi teh kurma Krisnadi sendiri telah dimulai sejak tahun 2016 lalu.
Krisnadi menceritakan, ide inovasi dalam bidang minuman teh tersebut bermula saat berbuka puasa.
kala itu, kata dia, Krisnadi menjumpai teman dan koleganya berbuka puasa dengan minum teh panas dan sepiring buah kurma.
Terbersit dalam benaknya untuk membuat produk berbahan dasar kurma.
Menurutnya, Sangat baik jika seseorang sering mengonsumsi kurma.
"Bukannya kurma yang mengandung serat dan multivitamin sangat baik untuk kesehatan?
Kami berpikiran alangkah baiknya jika ada produk yang menyatukan antara teh dan buah kurma.
Kami kemudian berinovasi membuat minuman teh kurma dibantu istri," kenangnya.
Pencarian demi pencarian lantas dilakukannya.
Hingga sampai pada kesimpulan jenis kurma yang pas dan nikmat untuk membuat teh ini adalah jenis kurma madinah.
Menurutnya selain harganya yang terjangkau, kurma madinah memiliki rasa yang lezat dan kaya akan zat gizi.
"Zat gizi ini bagus untuk kesehatan," terangnya.
Krisnadi lantas menceritakan, saat itu usaha teh kurma miliknya dimulai di rumahnya.
Ia mulai mencobakan teh racikannya itu kepada para kerabat hingga anak-anak di sekitarnya.
"Awalnya ke kerabat, namun kekawatiran hasil dan respon yg didapat tidak obyektif, kami pun meminta anak-anak untuk menjadi relawan menguji teh.
Dari pengakuan dan respon anak-anak yg kami nilai cenderung obyektif itulah kami mematenkan formula dan citra rasa teh kurma dengan rasa dan Aromanya yang pas dan unik.
Teh kurma ini kami racik dengan cara manual dan relatif sederhana," paparnya.
Saat ini, teh kurma milik Krisnadi ini sudah mendapatkan izin Halal dari.m MUI.
Teh kurma produksinya yang bernama Al - Ihwal Beverage Indonesia itu pun telah mengantongi sejumlah penghargaan, baik sekala nasional maupun regional tingkat Jawa Tengah.
Krisnadi memaparkan, hingga kini terdapat tiga varian produk teh kurma yang diproduksinya, yakni teh celup, teh bubuk, dan sirup siap seduh.
Dua terakhir masih dalam pengembangan.
Sedangkan teh celup yang satu box berisi 20 sachet celup sudah kami pasarkan baik secara online maupun offline.
Selebihnya kami memperkenalkan teh kurma celup maupun siap minum di berbagai event pameran dan bazar," tukasnya. (idy)