Virus Corona Jateng
Pedagang Pasar Tradisional di Jateng Bersiap Layani Jual Beli Online
"Kami mendorong di Jateng, melalui APPSI untuk membuat ekosistem online agar pedagang bisa berjualan secara digital," ujarnya
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) ditantang Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar pedagang pasar tradisional mulai memanfaatkan aplikasi online (daring) dalam menjual produknya.
Karena itu, APPSI Jawa Tengah meminta para pedagang tradisional di provinsi ini dapat menerapkan digitalisasi pasar. Dengan begitu, maka transaksi antara penjual dan pedagang bisa dilakukan dalam jaringan.
"Banyak keluhan dari para pedagang pasar bahwa mereka kalah bersaing dengan produk yang dijual melalui sistem online dan pasar modern.
Jika mereka tidak diberikan pemahaman soal ini (digitalisasi pasar) mereka akan ketinggalan zaman dan mati.
Pedagang sebanyak 22 ribu di 55 pasar tradisional di Kota Semarang, misalnya, mereka akan mati semuanya," kata Ketua DPW APPSI Jateng, Suwanto, Kamis (2/6/2020).
Bekerja sama dengan Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, APPSI memberikan pembelajaran dan pelatihan kepada para perwakilan pedagang di Jateng untuk membuat ekosistem online bagi produk mereka yang sebelumnya dijual di pasar rakyat atau pasar tradisional.
"Mereka (pedagang pasar) merasa hatinya marah, kalah dengan pasar swalayan dan online. Pengetahuan seperti ini penting untuk mereka.
Sebelumnya ada pelatihan seperti ini juga dari pemerintah pusat, tapi hanya teori tidak praktik dan langsung diaplikasikan seperti sekarang ini. Dengan online, mereka bisa berdagang di rumah saja dengan kerja sama dengan ekspedisi," jelasnya.
Pelatihan yang diberikan akan diberikan secara bertahap. Tim digital Fraksi Partai Golkar Jateng juga akan turun ke pasar di beberapa daerah di Jateng untuk membantu pedagang mengaplikasikan sistem online.
Menurutnya, harus ada gebrakan dari pedagang pasar tradisional agar mereka tidak kalah bersaing. Minimal, mereka belajar dan memahami metode pasar tradisional digital.
"Tanggapan dari pedagang, mereka antusias. Memang ada kendala di sumber daya manusia. Tapi minimal mereka memahami dan bisa belajar.
Kalau belajar tidak dimulai sekarang, mereka bisa punah. Mereka harus mengikuti kemajuan teknologi," ujarnya.
Berdasarkan data di APPSI, ada sekitar 1.300 pasar tradisional yang tersebar di setiap kecamatan di provinsi ini.
Sementara, anggota Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, Imam Teguh Purnomo, menerangkan, ada semangat dari pedagang pasar tradisional untuk beralih ke digital agar bisa bersaing dengan pasar online.
"Kami mendorong di Jateng, melalui APPSI untuk membuat ekosistem online agar pedagang bisa berjualan secara digital," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perwakilan-pedagaraksi-partai-golkar-dprd-jateng.jpg)