Teknologi
Takut Diretas saat Pertemuan Virtual? Ini Tips Dirreskrimsus Polda Jateng
Langkah yang bisa diambil agar terhindar dari aksi peretasan yakni dengan mengatur fitur waiting room agar tidak ada penyusup atau orang tidak
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aktivitas di tengah pandemi Covid-19 menjadi terhambat. Hal itu lantaran adanya pembatasan untuk bertemu secara fisik demi memutus rantai penyebaran virus.
Kemajuan teknologi tidak lantas membuat pertemuan untuk membahas hal penting gagal total. Hal itu bisa dilakukan secara virtual.
Namun, pertemuan virtual itu tidak lantas terbebas dari ancaman. Tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab bisa saja melakukan peretasan.
• Harga HP Xiaomi Hari Ini 1 Juli 2020: Redmi Note 8 Turun Harga, Ada Bocoran Redmi 9A dan 9C
• Update Corona di Surabaya & Jatim 2 Juli: Terjadi Penurunan Signifikan
• Tak Ada Pilihan, Sultan HB X: Hotel, Rumah Makan, Tempat Wisata di Yogya Silakan Buka
• Pasukan Elite KSK Jerman Akan Dibubarkan Gara-gara Terpapar Ekstremis Kanan
Aksi peretasan ini bisa saja terjadi di tengah pertemuan virtual, misal dengan mengubah tampilan tiba-tiba tayang video porno, atau bisa saja data-data pribadi pengguna dicuri.
Risiko atas aksi peretasan saat pertemuan secara virtual dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto.
Meski begitu, pihaknya sampai saat ini belum menerima laporan dari masyarakat terkait aduan peretasan.
"Belum ada laporan ke kami (terkait peretasan saat pertemuan virtual)," ucap Kombes Pol Budi kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/7/2020).
Satu di antara aplikasi yang acap kali digunakan untuk menggelar pertemuan secara virtual adalah Zoom.
Menanggapi hal tersebut, Kombes Pol Budi menyarankan kepada masyarakat untuk hati-hati.
Sebab, ancaman peretasan mengintai siapa saja yang memanfaatkan aplikasi tersebut untuk pertemuan virtual.
Budi mengatakan, langkah-langkah yang bisa diambil agar terhindar dari aksi peretasan yakni dengan mengatur fitur waiting room agar tidak ada penyusup atau orang tidak dikenal masuk ke dalam pertemuan virtual.
"Mengubah password secara berkala dan mengubah password dengan karakter yang susah ditebak orang lain," jelas Kombes Pol Budi.
Langkah selanjutnya agar terhindar dari aksi peretasan, kata Budi, yakni dengan tidak sembarangan membagikan link pertemuan virtual.
Langkah lain yang juga bisa dilakukan yakni dengan mematikan fitur transfer file.
"Aktifkan fitur lock out, dan matikan fitur auto saving chat," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gawat-21-juta-rekening-di-tiongkok-dijebol-hacker_20160205_161326.jpg)