Berita Regional
Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Anaya dan Inaya Akan Libatkan 90 Dokter
Sebanyak 90 dokter akan dilibatkan dalam operasi pemisahan bayi kembar siam Anaya dan Inaya yang kini berusia 1,3 tahun
TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Sebanyak 90 dokter akan dilibatkan dalam operasi pemisahan bayi kembar siam Anaya dan Inaya yang kini berusia 1,3 tahun asal Dusun Jurit Selatan, Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
Rencananya, operasi pemisahan akan dilakukan oleh tim dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Namun operasi pemisahan baru bisa dilaksanakan setelah wabah corona mereda.
• Tokoh Tukang Ojek Pengkolan Tisna dan Yuli Disetop! Ini Penjelasan Aris Nugraha Sutradara TOP
• Ibu Rumah Tangga di Solo Positif Corona, Riwayat Pergi ke Yogyakarta Naik Mobil Cuma Mampir Makan
• Irene Sang Manajer Perusahaan yang Ditemukan Tewas di Lantai Tamu, Pelakunya Diduga Orang Dekat
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Siti Tewas Kecelakaan Ditabrak Truk di Purworejo, Sopir Kabur
Pasalnya tim dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya yang akan memimpin proses operasi pemisahan belum bisa ke Lombok Timur karena wabah corona.
Tim dokter dari Dr Soetomo dipanggil karena lebih berpengalaman menangani operasi bayi kembar siam.
Direktur RSUD dr Raden Soedjono, Selong-Lombok Timur, dr Tantowi Jauhari mengatakan, kedua orangtua Anaya dan Inaya, Husniati (40) dan Jupri (39) harus memahami situasi pandemi Covid-19 ini dan tetap sabar.
"Surabaya masih pandemi di sana. Tim medis yang dari Surabaya belum bisa ke sini, mereka sibuk juga di sana dengan Covid. Pemerintah Surabaya juga tidak akan mengizinkan mereka ke sini.
Operasi ini juga harus benar-benar benar aman karena kita khawatir juga kembar siam akan tertular Covid-19," kata Tantowi kepada Kompas.com, Rabu (1/7/2020).
Pihak RSUD Soedjono sementara ini hanya bisa mempersiapkan pra-operasi Anaya dan Inaya.
Siapkan 90 orang tim medis Tantowi menjelaskan, yang menjadi pertimbangan utama adalah keselamatan Anaya dan Inaya agar tidak tertular Covid-19.
Terlebih tim dokter dan perawat yang akan melakukan proses operasi dari RSUD dr Soetomo berjumlah 40 orang.
Sementara jumlah tim dari RSUD Soedjono 50 orang.
Tim tersebut terdiri dari tim pemeriksa, tim yang bekerja di ruang operasi, ada dokter bius, dokter bedah, ada yang akan mengurus iccu anak, dan lainnya.
Terkait dengan kesiapan alat jika nanti ada beberapa alat yang belum bisa dipenuhi RSUD Soedjono, dibutuhkan supervisi dari RSUD Provinsi NTB tempat meminjam alat kesehatan yang dibutuhkan.
"Kita menjaga betul agar proses operasi pemisahan nanti benar-benar aman. Apalagi ini baru pertama kali dilakukan di RSUD Soedjono Selong, tentu akan menjadi sejarah yang baik bagi NTB," kata Tantowi.