Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Anaya dan Inaya Akan Libatkan 90 Dokter

Sebanyak 90 dokter akan dilibatkan dalam operasi pemisahan bayi kembar siam Anaya dan Inaya yang kini berusia 1,3 tahun

Editor: galih permadi
FITRI R/kompas.com
Kembar siam Inaya (kiri) dan Anaya (kanan) tengah bersama ayahnya Jupri (39) dan ibu, Husniati (40). Kedunya telah berusia 1,3 tahun dengan berat lebih dari 14 kilogram. Mereka masih menunggu jadwal operasi pemisahan di RSUD Soedjono Selong, Lombok Timur. Operasi mereka tertunda karena covid-19 yang belum mereda. 

Dari hasil pemeriksaan lengkap terhadap Inaya dan Anaya, baik melalui pemeriksan Ultrasonography (USG) maupun CT Scan, semua organnya lengkap, kecuali hati.

"Jadi kalau hati dari pengalaman tim RSUD Dr Soetomo, hati bisa dipisahkan nanti akan tumbuh sendiri," jelas Dian.

Dengan seluruh penjelasan tersebut, Tantowi yakin operasi bayi kembar siam akan berjalan lancar. 

Tantowi mengatakan, apabila operasi tersebut berhasil akan menorehkan prestasi bersama dan membawa nama NTB.

Banyak pihak yang berperan di situ, tidak hanya medis, tetapi didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur.

"Karena jika ini berhasil, keberhasilan ini nanti adalah wajah daerah. Bisa mengangkat nama dan peran Pemkab Lombok Timur dan NTB dalam menangani masalah kesehatan termasuk penanganan bayi kembar siam.

Jika berhasil, ini pertama kali dalam sejarah di NTB. Meski pun kita masih mendatangkan tenaga ahli, tapi kita di daerah mampu melakukan itu, " kata Tantowi.

Berdasarkan data dari sejumlah rumah sakit dan Dinas Kesehatan NTB, sejumlah bayi kembar siam pernah lahir di NTB dan semuanya dilaporkan meninggal dunia.

Di antaranya, bayi kembar siam asal Mataram bernama M Noval dan M Faras (3 bulan), putra pasangan Ahmad Ridwan (38) dan Widyawati (28).

Keduanya terlahir dempet pada bagian dada dan perut (thoraco omphalopagus), atau mengalami kelainan jantung dan pembuluh darah.

Keduanya meninggal dunia 22 Juli 2009.

2012, lahir bayi kembar siam dari Dusun Jelanteng, Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar Lombok Barat.

Bayi tersebut dempet dada dan perut. Keduanya dilahirkan di atas kendaraan dalam perjalanan ke rumah sakit dan meninggal dunia di perjalanan sebelum tiba di RSUD Patut Patuh Pajtu, Lombok Barat.

Lima tahun kemudian, 10 April 2017 lahir bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki asal Dusun Genang Genis, Desa Ketaro, Kecamatan Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa.

Putra pasangan Fathul Bahri dan Zuhriyah yang belum memiliki nama ini meninggal dunia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved